Sulsel Dorong Hilirisasi dan Investasi Berkelanjutan
- 30 Apr 2026 11:16 WIB
- Makassar
RRI.CO. ID, Makassar - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Bank Indonesia menggelar Dedicated Team Meeting (DTM) Forum PINISI SULTAN yang dirangkaikan dengan Kick-Off South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026, belum lama ini, di Kantor Gubernur Sulsel. Kegiatan ini menjadi forum strategis memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan guna mendorong transformasi ekonomi daerah melalui hilirisasi dan penguatan investasi berkelanjutan.
Hadir dalam agenda tersebut Sekretaris Daerah Sulsel Jufri Rahman, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Rizki Ernadi Wimanda, sejumlah kepala daerah, perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, hingga Danantara Indonesia. Secara umum, realisasi investasi Sulsel tahun 2025 menunjukkan kinerja positif, baik dari Penanaman Modal Asing maupun Penanaman Modal Dalam Negeri. Namun, posisi Sulsel yang masih berada di peringkat ke-20 nasional menjadi catatan untuk penguatan strategi ke depan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, menilai efisiensi investasi perlu terus ditingkatkan agar lebih kompetitif. “Indikator ICOR Indonesia masih relatif lebih tinggi dibandingkan negara peers seperti Malaysia dan Vietnam. Di Sulawesi Selatan trennya membaik, tetapi tetap perlu kita dorong agar semakin efisien,” ujarnya dalam keterangan persnya diterima Kamis, 30 April 2026.
Ia menjelaskan, Sulsel saat ini memiliki lebih dari 90 proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO), dengan sebagian telah berstatus clean and clear. Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, mulai dari kesiapan proyek hingga keterbatasan pembiayaan alternatif.
DTM PINISI SULTAN juga membahas strategi penyelarasan proyek dengan agenda pembangunan nasional, khususnya penguatan hilirisasi komoditas unggulan seperti nikel, tembaga, kelapa, rumput laut, garam, perikanan, kakao, dan kelapa sawit. Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman, menegaskan pentingnya reformasi tata kelola investasi daerah agar lebih adaptif dan kompetitif.
“Kita perlu memastikan infrastruktur pendukung tersedia, aspek keamanan terjaga, serta kepastian berusaha diperkuat agar investasi bisa tumbuh lebih cepat dan berkualitas,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah daerah akan memperkuat pendampingan penyusunan feasibility study bekerja sama dengan lembaga kredibel, meningkatkan promosi IPRO melalui forum investasi dan pertemuan bisnis, serta menjajaki skema pembiayaan alternatif termasuk KPBU dan dukungan Danantara. Melalui sinergi lintas instansi dan penguatan kualitas proyek, Pemprov Sulsel optimistis percepatan realisasi investasi dapat tercapai, sekaligus memastikan investasi yang masuk semakin produktif, berdaya saing, dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....