Mengenal Macora Kerajinan Rajut Khas Makassar

  • 15 Apr 2026 11:56 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar : Industri kreatif di Kota Makassar terus mengalami pertumbuhan positif diantaranya UMKM “Macora”. Penamaan Macora itu sendiri diambil dari bahasa Bugis yang memiliki makna tersendiri yaitu Cahaya. "Memang Macora itu dari bahasa Bugis artinya terang, terang benderang. Jadi kita berharap usaha ini bisa terang benderang," ujar Herlina, pemilik Macora, saat hadir narasumber di Pro 4 RRI Makassar pada Selasa, 15 April 2026.

Herlina menjelaskan bahwa, pemilihan nama tersebur bukan tanpa alasan. Pasalnya, dirinya ingin identitas asal usulnya sebagai orang Bugis melekat kuat pada produknya atau handmade. "Kita angkat bahasa daerah, bahasa daerah itu sudah kental sekali. Artinya dengan nama ini kita sudah ketahuan asal dari mana pemiliknya," kata Herlina.

Owner Macora Herlina hadir dalam dialog Teras UMKM di Pro 4 RRI Makassar, Selasa , 14 April 2026.

Herlina mengungkap, produk yang dihasilkan baik berupa tas rajutan maupun produk rajutan lainnya, tetap menggunakan bahan dasar benang nilon berkualitas baik. "Khusus rajutan pakai benang nilon. Benang itu kan ada macam-macam, ada poliester, ada katun, tapi kebetulan saya ambil nilonnya," ungkap Herlina saat ditanya soal pemilihan bahan baku benang rajutan.

Owner Macora ini menceritakan perjalanan usahanya yang dimulai sejak tahun 2015, dimana saat itu dirinya masih berstatus sebagai karyawan kantor dibidang asuransi. Berawal dari keinginan untuk memiliki usaha, muncul secara tidak sengaja saat menemani rekannya mengurus logo usaha.

Diakui bahwa, alasan lain mendiri usaha kerajinan tangannya ini kala itu juga akibat pandemi COVID-19. Pandemi tersebut, menyebabkan harus berpikir memiliki usaha lain, pasalnya perusahaannya harus merumahkan sebagian karyawannya.

"Waktu itu saya tidak berharap punya usaha, tapi dari situ saya juga mau punya usaha sendiri, tapi masih bingung mau usaha apa karena kebiasaan kerja di kantor," terangnya.

Lebih lanjut ia menceritakan bahwa, ketertarikan pada usahanya ini saat berkunjung ke Yogyakarta ke sentra kerajinan. "Tahun 2016 produk baru jadi tapi masih sambil kerja. Kebetulan ketemu orang Dinas Koperasi dan langsung diajak pameran, disitu kesempatan terbuka luas," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....