Syakila Handmade, UMKM Kerajinan Tangan ke Hati Pelanggan

  • 05 Mar 2026 22:16 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Pelaku UMKM Rusmini Herayati Handmade membuktikan bahwa hobi bisa berkembang menjadi usaha kreatif yang diminati banyak orang. Usaha kerajinan tangan miliknya yang dikenal dengan nama Syakila Handmade, memproduksi tas dan aksesori buatan tangan lainnya yang banyak diminati pelanggan.

Hadir sebagai narasumber dalam Pogram Ngulik di Pro2 RRI Makassar pada Selasa, 3 Maret 2026, Rusmini menceritakan awal mula dirinya menekuni kerajinan tas berawal setelah memutuskan pensiun dini dari pekerjaannya di Jakarta dan kembali ke Makassar untuk fokus mengurus keluarga. Karena sudah terbiasa aktif bekerja, ia kemudian mencari kegiatan baru yang bisa ditekuni di rumah.

“Awalnya saya memang dari dulu suka kerajinan, suka buat sesuatu yang lucu atau unik. Jadi waktu sudah di Makassar saya pikir, kenapa tidak coba belajar bikin tas saja,” ungkap Rusmini.

Ia mulai belajar membuat tas pada tahun 2018 melalui pelatihan dari seorang pengajar dari Jakarta. Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan membuat tas secara bertahap, mulai dari model sederhana hingga ransel yang lebih rumit.

Meski sudah belajar sejak 2018, Rusmini baru benar-benar serius menjalankan usahanya pada tahun 2020. Sejak saat itu, ia mulai memproduksi tas handmade dengan konsep custom, sehingga pelanggan bisa memesan model dan bahan sesuai keinginan.

“Jadi saya tidak produksi massal soalnya kan untuk bahannya sendiri kan itu kita masih online. Iya, kecuali kalau misalnya pelanggan mintanya yang bahan yang ada saja. Kan saya buat tasnya itu dari kain,” ujar Rusmini

Produk yang dibuat Syakila Handmade umumnya menggunakan bahan kain maupun kulit. Beberapa tas juga dipadukan dengan kain lokal seperti tenun atau motif khas daerah. Menariknya, sebagian produk dibuat dari sisa-sisa kain yang disatukan menjadi tas baru yang unik.

Seiring waktu, Syakila Handmade tidak hanya membuat tas. Rusmini juga mengembangkan berbagai kerajinan lain dari kain seperti dompet, gantungan kunci, cover buku, bantalan kursi hingga sprei.

Pada awalnya, pemasaran Syakila Handmade hanya dilakukan dari mulut ke mulut. Namun kini Rusmini juga memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produknya.

“Sekarang semuanya sudah digital, jadi mau tidak mau promosi juga harus lewat media sosial supaya lebih banyak yang tahu,” katanya.

Meski begitu, Rusmini mengaku masih menghadapi beberapa tantangan dalam menjalankan usaha, terutama terkait bahan baku yang sebagian besar harus didatangkan dari luar Pulau Sulawesi. Ditanya mengenai bagaimana cara menajga kepercayaan pelanggan, Rusmini menungkapkan bahwa untuk menjaga pelanggan tetap percaya, ia selalu mengutamakan kualitas produk dan pelayanan yang ramah.

Rekomendasi Berita