Panen Perdana Jambu Kristal, Pemberdayaan Ekonomi Desa Menguat
- 25 Feb 2026 14:25 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Inovasi pertanian produktif berbasis pemberdayaan masyarakat mulai menunjukkan hasil nyata di Dusun Jipang, Desa Jipang, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa. Program penanaman jambu kristal yang digagas Insinyur Junaedi Arsyad kini memasuki masa panen dan menjadi langkah awal penguatan ekonomi kerakyatan melalui sektor UMKM olahan pangan.
Insinyur Junaedi Arsyad, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Penguatan Ekonomi Kerakyatan Nasional (DPW PEKNAS) Sulawesi Selatan, menjelaskan bahwa program ini bermula dari kolaborasi dengan kelompok tani setempat dalam memanfaatkan lahan kosong agar lebih produktif dan bernilai ekonomi. “Awalnya kami melihat ada lahan yang belum dimanfaatkan. Kami kemudian berkolaborasi dengan ketua kelompok tani Haluddin daeng Bundu yang juga merupakan pemilik lahan di Dusun Jipang dan mengusulkan penanaman tanaman produktif. Alhamdulillah, kami mendapat dukungan bibit jambu kristal dari BPTH Wilayah II Kementerian kehutanan RI,” ujarnya.
Sebanyak sekitar 350 pohon jambu kristal ditanam sejak 10 Maret 2024 dan kini telah memasuki fase panen. Dari hasil panen awal, produksi buah diperkirakan mencapai sekitar 5 kilogram per hari. Buah tersebut kemudian diolah menjadi produk jus jambu kristal sebagai bagian dari pengembangan usaha mikro berbasis desa. Menurut Junaedi Arsyad, inovasi pengolahan hasil panen menjadi jus siap konsumsi merupakan strategi untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Dari 4 kilogram jambu kristal, dapat dihasilkan sekitar 20 botol jus berukuran 250 mililiter.
“Buah yang kami panen langsung diolah menjadi jus siap konsumsi. Ini bagian dari upaya mendorong UMKM lokal agar bergerak dan punya produk unggulan,” jelasnya, Rabu, 25 Februari 2026. Proses produksi jus dilakukan melalui skema home industry yang berlokasi di Dusun Bontotangnga, Desa Barembeng, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa. Program ini secara langsung melibatkan tenaga kerja lokal dan dinilai mampu menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat desa.
Meski demikian, produksi masih bersifat terbatas karena saat ini pihak pengelola tengah mengurus izin edar dari BPOM sebelum masuk ke tahap produksi massal. Sementara itu, pemasaran masih difokuskan pada promosi dan penjajakan kerja sama dengan sejumlah outlet. “Untuk saat ini kami masih tahap promosi sambil mengurus perizinan. Kalau izin sudah lengkap, baru kami masuk ke produksi skala besar,” tambahnya.
Junaedi Arsyad juga mengungkapkan bahwa pengembangan jambu kristal tidak hanya terpusat di Gowa. Program serupa tengah dikembangkan di sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan, seperti Parepare, Bone, Maros, Takalar dan Gowa, dengan total ratusan hingga ribuan pohon yang telah ditanam secara bertahap. Khusus di kawasan Leang-Leang, Kabupaten Maros, konsep pemberdayaan dilakukan melalui skema rumah tangga, di mana setiap rumah menanam satu hingga dua pohon jambu kristal yang nantinya dikelola melalui kelompok dasawisma untuk diolah menjadi produk jus.
Ia menilai jambu kristal memiliki potensi pasar yang sangat besar, baik dalam bentuk buah segar, jus, maupun produk olahan lain seperti asinan. Bahkan, permintaan pasar untuk jambu kristal putih disebut dapat mencapai ratusan kilogram per hari. “Potensi pasarnya luar biasa. Selain dijadikan jus, jambu kristal putih juga bisa diolah menjadi asinan. Ini bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat,” katanya.
Lebih jauh, Junaedi Arsyad berharap adanya dukungan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, khususnya dalam penyediaan peralatan produksi seperti mesin pres dan pendingin, guna meningkatkan kapasitas produksi UMKM yang sedang dirintis. Dengan keberhasilan panen perdana ini, program jambu kristal dinilai tidak hanya sekadar kegiatan pertanian, tetapi juga menjadi model pemberdayaan ekonomi kerakyatan berbasis kolaborasi antara petani, organisasi, dan masyarakat desa. Ke depan, panen raya direncanakan kembali digelar sebagai bagian dari promosi produk sekaligus memperluas jejaring pemasaran UMKM lokal di Sulawesi Selatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....