Storytelling Dorong UMKM Bangun Kedekatan dengan Konsumen
- 23 Jan 2026 23:46 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) didorong untuk tidak hanya menjual produk, tetapi juga mampu bercerita tentang proses, nilai, dan keunggulan usaha yang dijalankan. Storytelling dinilai menjadi strategi efektif untuk membangun kedekatan emosional dengan konsumen, baik melalui media sosial maupun secara langsung saat melayani pembeli.
Dalam Obrolan Teras UMKM di Pro 4 RRI Makassar pada hari Kamis 22 Januari 2026, Pendamping Proses Produk Halal/Penyelia Halal, Heryany Lahe, SE, RHA, menjelaskan bahwa banyak pelaku UMKM memiliki produk berkualitas, namun belum mampu mengomunikasikan cerita di balik produknya. “Cerita itu tidak harus rumit. Cukup jujur dan apa adanya. Misalnya, bagaimana awal usaha dimulai, siapa yang terlibat, atau bagaimana proses produksi dilakukan dengan memperhatikan aspek kebersihan dan kehalalan,” ujar Heryany.
Ia membagikan beberapa tips praktis agar UMKM bisa mulai bercerita. Pertama, kenali cerita utama dari produk yang dijual, seperti bahan baku, proses pembuatan, hingga nilai lokal atau tradisi yang melekat. Cerita ini bisa menjadi konten sederhana di media sosial berupa foto, video singkat, atau tulisan ringan.
Kedua, manfaatkan momen interaksi langsung dengan pembeli. Saat melayani pelanggan, pelaku UMKM dapat menyelipkan cerita singkat tentang keunggulan produk, termasuk komitmen terhadap kualitas dan kehalalan. Menurut Heryany, cara ini mampu meningkatkan kepercayaan konsumen. “Ketika pembeli tahu prosesnya bersih, halal, dan dikerjakan dengan penuh tanggung jawab, mereka cenderung merasa aman dan loyal,” jelasnya.
Ketiga, gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Storytelling tidak harus formal, justru gaya bercerita yang santai dan personal lebih mudah diterima, terutama di media sosial.
Heryany juga menekankan pentingnya konsistensi. Cerita yang disampaikan harus sejalan dengan praktik usaha sehari-hari. “Cerita yang baik adalah cerita yang bisa dipertanggungjawabkan. Kejujuran adalah kunci,” tutupnya.
Dengan mulai bercerita, UMKM diharapkan tidak hanya dikenal melalui produknya, tetapi juga melalui nilai dan komitmen yang dibangun, sehingga mampu bersaing dan bertahan di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....