Mengurai Risiko Belanja Online bagi Ibu Rumah Tangga
- 20 Nov 2025 09:22 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar : Fenomena belanja daring atau online telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan rumah tangga modern. Bagi para ibu, e-commerce menawarkan kemudahan luar biasa yang membebaskan mereka dari keharusan keluar rumah, atau yang populer disebut mager (malas gerak).
Kelebihan utama belanja online bagi ibu-ibu adalah efisiensi waktu dan biaya transportasi. Mereka dapat membandingkan harga berbagai produk, mulai dari daster hingga kebutuhan dapur, hanya dari genggaman ponsel. Layanan COD (Cash on Delivery) juga menambah rasa aman, di mana pembayaran baru dilakukan setelah barang tiba di tangan.
Sisi gelap dari belanja online seringkali muncul saat produk yang diterima tidak sesuai ekspektasi visual. Ibu Niar, salah satu pendengar, mengungkapkan kekecewaannya karena tergiur rayuan penjual di platform live selling. Ia menyoroti masalah jahitan daster yang buruk, tidak di obras, dan cepat rusak, yang ia sebut sebagai "beli kucing dalam karung." "Kadang-kadang mengecewakan, tidak sesuai yang dipromosikan dengan yang dia berikan," ujar Ibu Niar (Penelpon di Acara Teras UMKM, Pro4 RRI Makassar).
Direktur Global Sinergi Coach & Konsultan UMKM, Dr. Ismail Rasulong, narasumber program Teras UMKM, Pro 4 RRI Makassar, Selasa (18/11/2025) menegaskan bahwa transaksi online didasarkan sepenuhnya pada visual, sehingga kualitas foto atau video yang ditampilkan menjadi penentu utama. Penjual kerap tidak jujur dengan detail produk, seperti menyembunyikan kekurangan jahitan demi menarik perhatian konsumen. Ia menekankan pentingnya UMKM untuk memperbaiki visual dan menjaga integritas produk yang dijual.
Dr. Ismail menekankan bahwa integritas penjual adalah kunci untuk membangun kepercayaan jangka panjang. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan UMKM tidak cukup dengan pintar, tetapi harus cerdas dalam menerapkan strategi. "Mindset adalah batu sandungan utama. Kita harus merubah pola pikir mereka supaya tidak ada lagi anggapan bahwa dunia digital itu merepotkan," kata Dr. Ismail, menyoroti pentingnya perubahan cara pandang pelaku usaha.
Untuk mengurangi risiko kerugian, konsumen harus menjadi pembeli yang cerdas dan rasional. Pak Ismail menyarankan agar pembeli tidak mudah tergiur testimoni dan selalu melakukan pengecekan mendalam terhadap toko. "Lihat bintangnya (rating), yang kedua adalah lihat komentar dari pembelinya. Semakin banyak ulasan yang negatif itu menunjukkan bahwa seller-nya tidak terpercaya," tegasnya.
Belanja online bagi ibu-ibu rumah tangga adalah sebuah pedang bermata dua yang menawarkan kemudahan sekaligus risiko. Kesuksesan transaksi digital sangat bergantung pada literasi digital yang baik, baik dari sisi penjual (UMKM) maupun pembeli (konsumen). Kemitraan antara kejujuran UMKM dan kehati-hatian konsumen adalah kunci untuk menciptakan ekosistem e-commerce yang saling menguntungkan dan terpercaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....