Kolaborasi Hexahelix Perkuat Ekosistem UMKM Nasional
- 13 Nov 2025 16:37 WIB
- Makassar
KBRN Makassar: Dalam membangun daya saing UMKM yang berkelanjutan, diperlukan kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan Hexahelix Collaboration, yakni kerja sama antara enam elemen utama: akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, media, dan lembaga keuangan. Hal ini disampaikan oleh Bapak Bahrul Ulum ilham, S.Pd., M.M., Ph.D, dosen ITB Nobel Indonesia Makassar, saat menjadi narasumber program Teras UMKM "Membangun Ekosistem UMKM Produk Unggulan Daerah yang Berkarakter" Rabu, (12/11/2025).
Menurut Bahrul, berbagai program dan kebijakan tentang UMKM sudah banyak dijalankan, namun masih bersifat sporadis dan belum terintegrasi. “Kita semua bicara UMKM, tapi kolaborasinya belum berjalan optimal. Karena itu, ekosistemnya harus diperkuat dengan dialog, sinergi, dan kesadaran bersama,” ujarnya. Konsep hexahelix disebut sebagai strategi untuk menyatukan peran lintas elemen.
Ia mencontohkan, media seperti RRI memiliki peran besar dalam publikasi dan edukasi UMKM, sementara pemerintah bertugas menciptakan kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha lokal. Di sisi lain, lembaga keuangan dan agregator perlu hadir memberikan dukungan modal dan jaringan pemasaran. Akademisi serta peneliti kampus pun berperan dalam riset dan pendampingan inovasi.
Bahrul menekankan bahwa tantangan terbesar bukan pada kurangnya potensi, tetapi lemahnya koneksi antar pelaku. Ia berharap adanya forum-forum kolaboratif yang rutin dilakukan agar komunikasi dan aksi bersama dapat terjalin lebih efektif. “Kita butuh yang menjahit semua elemen ini. Siapa pun bisa memulai, asalkan ada komitmen bersama,” tegasnya.
Melalui penguatan ekosistem kolaboratif, UMKM di daerah dapat berkembang lebih sehat dan tangguh. Sinergi antarelemen diharapkan mampu menciptakan ekonomi lokal yang inklusif, inovatif, dan berkarakter Nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....