Roti dan Brownis Daeng, Raih Peluang di Era Digitalisasi

  • 05 Agt 2025 23:20 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar: Era digital menawarkan banyak peluang sekaligus tantangan, khususnya bagi pelaku usaha. Salah satunya adalah Susilowati, pemilik brand kuliner lokal ternama di Makassar: Roti dan Brownis Daeng.

Dalam program Nusantara Siang, Susilowati mengisahkan bagaimana usahanya tumbuh dari sebuah fanpage Facebook, merambah ke Instagram, dan kini menjelma jadi salah satu ikon kuliner kekinian yang tetap mengangkat nilai lokal.

"Awalnya saya jualan lewat Facebook saja, lalu IG, dan pandemi justru jadi titik balik. Kami justru makin gencar di online saat itu," ujarnya.

Roti dan Brownis Daeng kini dikenal bukan hanya karena rasanya yang khas, tapi juga karena komitmennya membina UKM binaan lain, dari produk abon tuna panggang hingga minuman herbal cokelat jahe.

Lebih dari sekadar bisnis, Susilowati menekankan pentingnya etika digital bagi pelaku usaha. "Media sosial itu nyata, jadi komentar, pujian, bahkan kritik tetap harus disikapi santun. Jangan alergi dengan komentar negatif—itu justru bahan evaluasi kami."

Brand ini juga aktif memanfaatkan konten edukatif dan lomba-lomba kreatif menjelang momen nasional, seperti 17 Agustus. "Kami ajak publik buat konten kreatif seputar produk kami. Bisa lewat IG atau TikTok."

Tak hanya sukses secara bisnis, Roti dan Brownis Daeng juga menjunjung budaya santun di ruang publik digital, tak pernah menutup kolom komentar, dan menyambut baik semua masukan pelanggan. Bahkan, bagi pelanggan yang merasa tidak puas, dengan syarat menunjukkan struk pembelian, produk bisa langsung diganti tanpa banyak prosedur.

Kini, outlet Roti dan Brownis Daeng telah tersebar di berbagai titik strategis di Makassar, seperti Hertasning, Bandara Sultan Hasanuddin, beberapa rumah sakit, hingga Talasa City. Dan mulai 2025, mereka siap ekspansi ke Jakarta. Tak hanya menjual produk, Susilowati juga membuka ruang kolaborasi kreatif, dari produk hingga fashion lokal seperti baju lontara daeng hasil kerja sama dengan akademisi.

"Roti itu enggak pernah ketinggalan zaman. Yang penting bagaimana kita kemas secara kekinian tanpa kehilangan rasa," jelasnya.

Di akhir program, Susilowati berpesan: "Gunakan jempolmu dengan bijak. Jangan karena emosi sesaat, kita menyesal setelah mengetik komentar. Bangun ruang digital yang positif, bukan saling menjatuhkan."(Alifa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....