Gen Z Tumpuk Pekerjaan, Tren atau Kebutuhan?

  • 04 Mar 2026 11:24 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Tren Generasi Z yang menjalankan lebih dari satu pekerjaan semakin meningkat. Selain pekerjaan penuh waktu, banyak dari mereka memiliki pekerjaan sampingan atau proyek tambahan yang dikenal sebagai side hustle. Fenomena ini bahkan dijuluki “side stacking” oleh media bisnis internasional, merujuk pada kebiasaan menumpuk beberapa sumber penghasilan sekaligus.

Didukung Data Survei

Dikutip dari prweek.com, Sebuah survei yang dilakukan Harris Poll pada September lalu menemukan 57 persen pekerja Gen Z memperoleh penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama mereka. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding generasi yang lebih tua, yang hanya sekitar 21 persen. Studi lain dari Citizens Financial Group menunjukkan dua pertiga responden berusia 18 hingga 34 tahun aktif memanfaatkan platform digital dan ekonomi gig untuk mengembangkan usaha tambahan.

Bukan Sekadar Soal Uang

Ketidakpastian ekonomi memang menjadi salah satu faktor pendorong. Namun, tren ini juga mencerminkan karakter Gen Z yang menginginkan fleksibilitas, kemandirian, serta ruang untuk mengembangkan minat dan keterampilan.

Bagi sebagian Gen Z, pekerjaan sampingan bukan hanya sumber pendapatan tambahan, tetapi juga sarana membangun kepercayaan diri, kreativitas, serta kompetensi profesional seperti manajemen waktu, komunikasi, dan kemampuan berbicara di depan umum.

Di berbagai sektor, tren ini terlihat jelas. Ada pekerja penuh waktu yang menjadi instruktur kebugaran, freelancer penulis, desainer grafis lepas, hingga pelaku usaha digital di luar jam kerja utama.

Dampak bagi Dunia Kerja

Tren side stacking diperkirakan akan memengaruhi pola kerja ke depan. Pemberi kerja mulai melihat pekerjaan sampingan yang relevan sebagai bagian dari pengembangan karier. Pengalaman tambahan tersebut dinilai dapat menjadi nilai tambah dalam promosi jabatan.

Namun, para pekerja juga dituntut menjaga keseimbangan agar tidak mengalami kelelahan. Kemampuan mengatur waktu, komunikasi dengan tim, serta menetapkan batasan istirahat menjadi faktor penting.

Bagi Gen Z, pekerjaan sampingan bukan dianggap sebagai gangguan terhadap pekerjaan utama, melainkan perpanjangan dari identitas profesional mereka. Dalam industri yang menuntut adaptabilitas dan kreativitas, menjalankan berbagai peran sekaligus dinilai sebagai aset.

Rekomendasi Berita