Pangan Terjaga, Pemerintah Dinilai Berhasil Kendalikan Rantai Pasok
- 24 Feb 2026 19:12 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Tingkat konsumsi masyarakat yang melonjak selama bulan Ramadan biasanya menjadi pemicu utama kenaikan harga bahan pokok di pasaran. Namun, kondisi tahun ini dinilai jauh lebih stabil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya berkat kesiapan pemerintah dalam menjaga arus distribusi.
Pengamat ekonomi, Dr. Sutardjo Tui, mengungkapkan bahwa secara empirik tidak terlihat adanya gejolak harga yang signifikan di tengah masyarakat. Menurutnya, kelancaran supply chain atau rantai pasok menjadi kunci utama mengapa harga pangan tetap normal hingga saat ini.
"Secara empirik saya melihat tidak ada gejolak kenaikan harga yang signifikan, harganya normal-normal saja. Ini sebenarnya pengaruh daripada supply chain yang normal dan dipantau langsung oleh kementerian terkait," ujar Dr. Sutardjo saat diwawancarai RRI.
Ia menambahkan bahwa peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan sangat krusial dalam memastikan barang sampai ke tangan konsumen. Sinergi berbagai lembaga ini terbukti ampuh meredam spekulasi harga yang sering terjadi saat permintaan tinggi.
Kehadiran pasar murah dan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) juga dinilai efektif membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka. Intervensi semacam ini membuat masyarakat tidak perlu merasa khawatir akan kelangkaan barang di pasaran.
"Pemerintah memberikan batasan harga eceran tertinggi, ditambah lagi dengan adanya pasar murah yang membuat kondisi pasar tetap kondusif. Sampai hari ini belum ada masyarakat yang teriak-teriak karena harga barang naik," tambahnya dengan nada optimis.
Menghadapi potensi lonjakan permintaan menjelang Idulfitri yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, Dr. Sutardjo mengingatkan pentingnya kewaspadaan berkelanjutan. Pemerintah diminta tidak lengah dan harus memastikan stok fisik benar-benar tersedia di gudang, bukan sekadar catatan di atas kertas.
"Setiap kebutuhan yang meningkat harus dibarengi dengan kewaspadaan pada distribusi barang agar harga tidak terpengaruh. Di gudang sekarang betul-betul ada barangnya, bahkan saya lihat harga ikan pun masih tergolong murah," jelasnya lagi.
Ia menekankan bahwa posisi pemerintah adalah sebagai stabilisator yang harus hadir setiap saat untuk menjaga keseimbangan pasar. Intervensi tidak boleh hanya dilakukan secara musiman atau saat ada acara besar keagamaan saja.
"Tugas pemerintah itu memang sebagai stabilisator dan harus menjaga rantai pasok setiap hari tanpa mengenal waktu. Jika distribusi dijaga dengan baik seperti mengatur lalu lintas, maka tidak akan ada masalah dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat," pungkasnya menutup wawancara.