Pengendalian Inflasi upaya Pemprov Sulsel Tingkatkan Ekonomi Rakyat
- 14 Feb 2026 21:26 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Program Ekonomi Digital edisi Sabtu, 14 Februari 2026 di RRI Makassar mengangkat tema kolaborasi pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Siaran yang dipandu Arfan Yusri ini menghadirkan narasumber Dr. Hijir Ismail, Analis Kebijakan Ahli Madya pada Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Selatan, yang bergabung secara daring untuk memaparkan strategi pengendalian inflasi di daerah.
Dalam pemaparannya, Hijir Ismail menjelaskan bahwa pengendalian inflasi menjadi prioritas penting bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan karena berdampak langsung pada daya beli dan kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan bahwa upaya tersebut tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas instansi dan pemangku kepentingan. “Pengendalian inflasi daerah harus melibatkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, hingga masyarakat agar dampaknya benar-benar dirasakan,” ujarnya dalam dialog.
Ia memaparkan bahwa Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan terus memperkuat koordinasi dengan kabupaten/kota, Bank Indonesia, serta pelaku distribusi pangan. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain menjaga stabilitas harga bahan pokok, memperkuat distribusi logistik, hingga memantau ketersediaan stok di pasar. “Kami mendorong penguatan rantai pasok dan intervensi pasar secara terukur agar harga tetap stabil, terutama menjelang momen-momen tertentu seperti hari besar keagamaan,dan yang sebentar lagi Adalah Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri,” jelasnya.
Selain itu, kolaborasi dengan sektor digital dan UMKM juga menjadi fokus dalam pengendalian inflasi. Pemanfaatan teknologi informasi dinilai mampu mempercepat distribusi data harga, mempermudah transaksi, serta memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal. Menurut Hijir, digitalisasi ekonomi dapat menekan biaya distribusi dan meningkatkan efisiensi. “Dengan dukungan platform digital, kita bisa memantau harga secara real time dan memastikan intervensi kebijakan dilakukan lebih cepat,” katanya.
Program ini juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi. Edukasi terkait belanja bijak, penguatan produksi lokal, serta dukungan terhadap UMKM dinilai menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi yang berkelanjutan. Hijir menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat akan meningkat jika inflasi dapat dikendalikan dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.
Menutup dialog, Hijir Ismail berharap kolaborasi antar-stakeholder di Sulawesi Selatan terus diperkuat agar kebijakan pengendalian inflasi berjalan efektif. “Ketika inflasi terkendali, daya beli masyarakat meningkat dan kesejahteraan rakyat ikut terdorong. Inilah tujuan utama dari setiap kebijakan ekonomi daerah yang kami jalankan bersama berbagai pihak,” pungkasnya.