Ancaman Siber Kecerdasan Buatan Intai Perbankan Jepang

  • 22 Jun 2026 09:12 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan atau AI kini memicu kekhawatiran baru yang sangat serius di sektor industri keuangan global. Sejumlah negara dan regulator perbankan dilaporkan mulai bersiap menghadapi potensi gangguan besar yang dapat melumpuhkan sistem operasional pelayanan jasa keuangan.

Ancaman ini diprediksi dapat memaksa pihak otoritas untuk melakukan penghentian sementara pada fasilitas anjungan tunai mandiri serta layanan mobile banking. Langkah preventif tersebut dinilai krusial guna mengantisipasi serangan siber berskala masif yang diperkuat oleh teknologi kecerdasan buatan generasi paling mutakhir.

Melansir laporan ekonomi dari kantor berita Reuters, kekhawatiran global ini mencuat menyusul hadirnya model sistem kecerdasan buatan baru bernama Mythos. Pasca pemerintah Hong Kong, kini giliran otoritas moneter Jepang yang menerbitkan peringatan khusus yang ditujukan langsung bagi industri perbankan nasional.

Ketua Asosiasi Perbankan Jepang menyatakan bahwa lembaga keuangan kemungkinan besar terpaksa menonaktifkan jaringan ATM secara proaktif jika situasi darurat terjadi. Kebijakan pahit ini diambil demi melindungi keamanan saldo rekening serta kerahasiaan data pribadi milik jutaan nasabah mereka.

Sistem kecerdasan buatan canggih jenis Mythos dilaporkan memiliki kemampuan komputasi luar biasa dalam memindai celah keamanan pada perangkat lunak secara kilat. Karakteristik ini menimbulkan ketakutan besar akan terjadinya gelombang peretasan massal yang jauh melampaui prediksi mitigasi risiko bank saat ini.

Pihak developer pengembang sendiri telah memperingatkan bahwa sistem buatan mereka berhasil mendeteksi ribuan kerentanan fatal pada berbagai sistem operasi utama dunia. Merespons bahaya tersebut, pemerintah Amerika Serikat bahkan telah resmi memblokir hak akses model AI canggih ini bagi warga negara asing.

Gejolak digitalisasi di sektor keuangan internasional ini diprediksi akan ikut memicu pengetatan sistem keamanan siber perbankan di dalam negeri termasuk Kota Makassar. Masyarakat dan nasabah diimbau untuk selalu waspada serta berkala memperbarui kata sandi guna menghindari potensi kerugian finansial akibat peretasan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....