Kinerja BPR Sulawesi Tumbuh, OJK Nilai Konsolidasi Jadi Faktor Pendorong

  • 04 Jun 2026 13:58 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar- Kinerja industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menunjukkan tren positif seiring berjalannya program konsolidasi yang didorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hingga April 2026, aset, dana pihak ketiga, dan penyaluran kredit tercatat mengalami pertumbuhan tahunan.

Di tengah capaian tersebut, OJK baru saja menyetujui penggabungan PT BPR Ganda Lata, PT BPR Paro Laba, PT BPR Hara Lata, PT BPR Suar Data, dan PT BPR Paro Dana ke dalam PT BPR Pataru Laba. Penggabungan itu merupakan bagian dari upaya memperkuat struktur industri BPR di wilayah kepulauan Sulawesi.

Berdasarkan data OJK, total aset BPR dan BPRS per 30 April 2026 mencapai Rp4,33 triliun atau meningkat 9,02 persen secara tahunan. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 5,54 persen menjadi Rp2,83 triliun, sementara kredit dan pembiayaan meningkat 7,63 persen menjadi Rp3,64 triliun.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, menyebut pertumbuhan tersebut tidak lepas dari efektivitas kebijakan penggabungan usaha yang telah dilakukan pada sejumlah BPR di wilayah Sulawesi. “Peningkatan pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh efektifnya penggabungan usaha BPR dalam wilayah kepulauan Sulawesi yang berkantor pusat di wilayah Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat,” kata Muchlasin, Rabu, 3 Juni 2026.

Menurutnya, konsolidasi memungkinkan BPR memiliki skala usaha yang lebih besar sehingga mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat permodalan, dan memperluas akses layanan keuangan kepada masyarakat. Saat ini, jumlah lembaga yang berada dalam pengawasan OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat tercatat sebanyak 17 BPR dan 8 BPRS. Jumlah tersebut merupakan hasil dari berbagai langkah penguatan industri yang dilakukan secara bertahap.

Muchlasin juga mengimbau nasabah dan masyarakat untuk tetap tenang serta mempercayakan layanan kepada industri BPR yang terus diperkuat melalui kebijakan konsolidasi yang sehat dan terarah. "Regulator memastikan transformasi industri akan terus dilanjutkan guna menciptakan BPR yang lebih tangguh dan mampu mendukung perekonomian daerah,"jelasnya.

Ke depan, pihaknya menargetkan penguatan kelembagaan dan transformasi digital menjadi fokus utama dalam pengembangan industri BPR. Dengan struktur yang lebih kuat dan kompetitif, BPR diharapkan dapat memperbesar kontribusinya dalam pembiayaan sektor riil dan pengembangan UMKM di berbagai daerah.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....