Cashless Society Kian Populer, Kenali Manfaat dan Tantangannya

  • 11 Mei 2026 09:08 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID ,Makassar– Tren transaksi nontunai atau cashless society semakin berkembang di Indonesia seiring meningkatnya penggunaan layanan pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari.

Perubahan pola transaksi ini semakin terlihat sejak pandemi Covid-19, ketika masyarakat mulai mengurangi penggunaan uang tunai dan beralih ke pembayaran digital demi alasan praktis, efisiensi, dan kebersihan.

Dilansir dari Bfi.co.id, Cashless society merupakan kondisi ketika masyarakat melakukan transaksi tanpa uang fisik, melainkan menggunakan metode pembayaran digital seperti mobile banking, internet banking, dompet digital, kartu debit, maupun uang elektronik.

Penggunaan sistem pembayaran nontunai dinilai memberikan sejumlah keuntungan. Selain lebih praktis, transaksi digital memungkinkan pembayaran dilakukan kapan saja dan di mana saja hanya melalui perangkat telepon genggam.

Sistem ini juga dianggap lebih aman karena dilengkapi fitur keamanan seperti PIN, kata sandi, hingga verifikasi biometrik. Risiko kehilangan uang tunai maupun tindak kriminal seperti pencopetan juga dinilai dapat diminimalkan.

Di sisi lain, layanan pembayaran digital kerap menawarkan berbagai promo dan potongan harga yang mendorong masyarakat semakin tertarik menggunakan transaksi nontunai.

Perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong terbentuknya cashless society. Semakin banyak masyarakat yang terbiasa menggunakan aplikasi digital untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk berbelanja melalui marketplace dan melakukan pembayaran daring.

Popularitas perdagangan elektronik (e-commerce) juga mempercepat adopsi sistem pembayaran digital. Beragam metode pembayaran virtual memudahkan konsumen menyelesaikan transaksi tanpa perlu menggunakan uang tunai.

Meski demikian, penerapan cashless society masih menghadapi sejumlah tantangan. Akses internet yang belum merata di seluruh wilayah Indonesia menjadi hambatan utama, khususnya di daerah terpencil.

Selain itu, tingkat literasi digital masyarakat yang belum merata turut memengaruhi optimalisasi penggunaan layanan pembayaran nontunai.

Risiko keamanan siber juga menjadi perhatian. Maraknya penipuan digital, peretasan, hingga pencurian data pribadi membuat masyarakat perlu lebih waspada saat menggunakan layanan keuangan digital.

Pengamat ekonomi digital menilai keberhasilan implementasi cashless society tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga edukasi masyarakat, penguatan sistem keamanan, serta pemerataan infrastruktur digital.

Dengan dukungan ekosistem digital yang semakin berkembang, transaksi nontunai diperkirakan akan terus menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern dan mendukung efisiensi sistem keuangan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....