OJK Bagikan Tips Atur Keuangan, Dari Dana Darurat hingga Dana Pensiun
- 11 Mar 2026 22:00 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Mengatur keuangan bukan hanya soal menabung, tetapi juga membangun fondasi yang kokoh untuk masa depan. OJK berbagi tips praktis pengaturan keuangan yang bisa langsung diterapkan masyarakat, termasuk cara cek apakah kondisi keuangan kita sudah benar-benar sehat.
Rizky Emilia Isrullah, Certified Financial Planner dan Asisten Manajer Madya OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, memaparkan langkah-langkah dasar pengelolaan keuangan yang menurutnya penting dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama di usia produktif.
"Ada empat hal yang menjadi fondasi dasar perencanaan keuangan yang wajib dipersiapkan. Pertama, dana darurat. Idealnya minimal tiga kali pengeluaran bulanan agar kita punya cadangan jika terjadi kondisi tak terduga," jelas Rizky dalam siaran Pro 1 RRI Makassar, Rabu, 11 Maret 2026.
Selain dana darurat, Rizky juga menekankan pentingnya dana proteksi berupa asuransi untuk melindungi keuangan dari risiko kesehatan atau kecelakaan. Dana pendidikan juga perlu disiapkan sejak dini mengingat biaya pendidikan yang terus meningkat setiap tahunnya. Dan yang tak kalah penting adalah dana pensiun, yang ia sarankan untuk mulai disisihkan minimal 10 persen dari penghasilan secara rutin.
Ia juga memberikan tips sederhana dalam membuat perencanaan keuangan harian dan bulanan. Langkah pertama adalah memahami pendapatan dan pengeluaran secara menyeluruh. Selanjutnya, buat perencanaan dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran setiap bulan, utamakan kebutuhan wajib seperti makanan dan transportasi sebelum menganggarkan hal lain.
"Yang sering terlupakan adalah membedakan kebutuhan dan keinginan. Buatlah skala prioritas. Dan yang terpenting, sisihkan di awal bukan sisakan di akhir. Terlihat sederhana, tapi sangat bermakna," tegasnya.
Untuk mengetahui apakah kondisi keuangan sudah sehat, Rizky menyebut beberapa indikator yang bisa dijadikan tolok ukur: memiliki anggaran yang terencana, rutin menabung, tidak memiliki utang konsumtif yang menumpuk, serta sudah memiliki dana darurat dan proteksi. Jika sebagian besar indikator tersebut terpenuhi, maka kondisi keuangan seseorang dapat dikatakan sudah berada pada jalur yang benar.
"Jika masih ada yang belum terpenuhi, jadikan ini pengingat untuk mulai memperbaiki pengelolaan keuangan secara bertahap. Hal-hal sederhana seperti membuat anggaran dan mengelola utang dengan bijak sudah menjadi langkah besar menuju keuangan yang lebih stabil," pungkasnya.
OJK terus mendorong literasi keuangan masyarakat melalui berbagai program edukasi. Masyarakat yang ingin berkonsultasi atau mengadukan permasalahan terkait produk dan layanan keuangan dapat menghubungi Kontak OJK di nomor telepon 157, WhatsApp 081 157 157 157, atau mengakses IASC.ojk.go.id.