Reinvest dan Safe Haven Kunci Kaya

  • 29 Des 2025 21:39 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar : Ekonomi digital membuka peluang baru pengelolaan keuangan di tengah tingginya perputaran ekonomi libur akhir tahun. Masyarakat didorong lebih cerdas mengelola bonus dan dividen melalui strategi reinvest dan safe haven.

Investment Assessor LSP Pasar Modal Indonesia, Adriyan Sayed, saat berbincang diPro 1 RRI Makassar, sabtu (27/12/2025) menyebut banyak orang keliru memanfaatkan hasil investasi. Dividen sering dihabiskan konsumtif, padahal dapat diputar kembali untuk memperbesar aset. “Reinvestment itu sederhana, bunga atau dividen jangan dihabiskan, tapi diputar lagi agar tumbuh majemuk,” ujar Adriyan.

Menurutnya, inilah konsep compounding yang diterapkan investor besar dunia. Ia mencontohkan dividen saham dapat digunakan membayar cicilan aset produktif seperti rumah. Strategi ini memungkinkan kepemilikan aset tanpa mengandalkan penghasilan utama.

Selain reinvest, Adriyan menekankan pentingnya safe haven untuk melindungi nilai kekayaan. Emas disebut menjadi aset lindung nilai paling relevan di tengah ketidakpastian global. “Harga emas dunia sudah menyentuh rekor tertinggi dan masih berpotensi naik,” jelas Adriyan.

Ia menilai konflik geopolitik dan penurunan suku bunga mendorong lonjakan harga emas. Departemen Head Corporate Banking Bank Sulselbar, Dr (Cand) Ria Andriany, menegaskan kekayaan bukan soal besar penghasilan. Kunci utamanya adalah disiplin mengelola keuangan secara konsisten dan terencana. “Reinvest mengembangkan uang, safe haven melindungi nilainya,” kata Ria.

Ia menyebut keduanya harus berjalan beriringan dalam strategi keuangan modern. Ria menyarankan pembagian sederhana penghasilan untuk menjaga keseimbangan finansial. Sebanyak 50 persen kebutuhan, 20 persen reinvest, 20 persen safe haven, dan 10 persen tabungan fleksibel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....