Literasi Keuangan di Indonesia Masih Perlu Peningkatan

  • 07 Mar 2025 11:06 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar: Literasi keuangan menyoroti pentingnya pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan keuangan dengan pengelolaan yang bijak, terutama di sektor perbankan. Hal ini menjadi isu penting mengingat perkembangan sektor keuangan yang terus meningkat di Indonesia.

Analis Junior dari Kantor OJK Prov. Sulsel & Sulbar, Fatmawaty menjelaskan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan riset bersama untuk mengukur tingkat literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. "Pada tahun 2024, OJK berhasil mengukur tingkat literasi keuangan yang mencapai 65,43% dan tingkat inklusi keuangan sebesar 75,02%. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan, namun juga menyiratkan bahwa masih banyak masyarakat yang perlu diberikan pemahaman lebih mengenai produk dan layanan keuangan." Ujar fatmawaty pada Obrolan Lifestyle RRI PRO 4 Makassar, Rabu, 19/02/2025..

Penelitian ini dilakukan pada tahun 2024 oleh OJK dan BPS. 'Setiap tahun, OJK melakukan riset serupa untuk memantau perkembangan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia" Ujar fatmawaty . Hasil terbaru ini memberikan gambaran jelas tentang seberapa jauh pemahaman masyarakat terhadap keuangan dan produk yang ditawarkan di sektor ini.

Pentingnya literasi keuangan dan inklusi keuangan ini tidak hanya untuk mengurangi kesenjangan pemahaman antar lapisan masyarakat, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan dengan bijak.

"Meskipun hasil survei menunjukkan bahwa 65% dari masyarakat Indonesia memahami produk keuangan dan 75% menggunakan layanan keuangan, ada gap yang signifikan. Terdapat sekitar 35% yang belum memahami produk keuangan dan 25% yang belum menggunakan layanan keuangan. Ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum maksimal memanfaatkan produk keuangan yang ada" ungkap fatmawaty

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....