Melalui PLTA dan Teknologi Hijau, PT Vale Kokohkan Ketahanan Energi

  • 16 Sep 2026 19:00 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, MAKASSAR - PT Vale Indonesia Tbk memperkuat komitmennya terhadap ketahanan energi berkelanjutan melalui pemanfaatan energi hidro, pengelolaan sumber daya alam, serta pengembangan inovasi rendah karbon. Komitmen tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Kebijakan Energi yang digelar Dewan Energi Nasional (DEN) bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Selasa (15/9/2026).

Wakil Presiden Direktur sekaligus Chief Operation & Infrastructure Officer PT Vale, Abu Ashar, mengatakan operasi perusahaan di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, didukung tiga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), yakni Larona, Balambano, dan Karebbe. Ketiga pembangkit tersebut memanfaatkan aliran Sungai Larona yang bersumber dari Danau Matano, Mahalona, dan Towuti. Total kapasitas terpasang ketiganya mencapai 365 megawatt (MW).

Selain memenuhi kebutuhan energi untuk operasi dan pengolahan nikel, sebanyak 10,7 MW listrik yang dihasilkan disalurkan melalui jaringan PT PLN (Persero) untuk mendukung pasokan listrik masyarakat di Kabupaten Luwu Timur. Menurut Abu, keberlangsungan sistem energi tersebut sangat bergantung pada pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, termasuk perlindungan daerah tangkapan air, rehabilitasi lahan, serta menjaga kualitas air.

“Menjaga hutan, menjaga daerah aliran sungai, dan menjaga kualitas air bukan hanya bagian dari komitmen lingkungan, tetapi juga menjadi fondasi ketahanan energi kami,” ujar Abu.

PT Vale juga menerapkan pengelolaan air di area pertambangan melalui kolam pengendapan dan fasilitas pengolahan air. Air hanya dilepas ke badan air alami setelah memenuhi ketentuan baku mutu lingkungan. Pengelolaan sumber daya air juga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi hidrologis, kebutuhan pembangkitan listrik, serta keberlanjutan ekosistem danau. Langkah ini ditujukan untuk menjaga keandalan pasokan energi di tengah variabilitas iklim.

Selain energi hidro, PT Vale mengembangkan sejumlah inovasi untuk meningkatkan efisiensi dan menekan emisi. Program tersebut antara lain optimalisasi kanal, konversi ketel uap berbahan bakar minyak menjadi electric boiler, pengurangan kadar air bijih sebelum proses pengeringan, hingga peningkatan efisiensi pengangkutan material.

Abu menyebut pemanfaatan PLTA sebagai sumber utama listrik untuk pengolahan nikel turut membantu menjaga intensitas emisi gas rumah kaca operasi Sorowako tetap relatif rendah dibandingkan sejumlah fasilitas pengolahan nikel saprolit sejenis di Indonesia. Anggota DEN Sripeni Inten Cahyani turut mengapresiasi pengelolaan tiga PLTA PT Vale di Sorowako. Menurutnya, keberlangsungan operasi pembangkit di tengah kondisi cuaca ekstrem dapat menjadi pembelajaran dalam pengembangan energi terbarukan.

“Ini menjadi lesson learned yang sangat penting mengenai bagaimana pengembangan dan pengelolaan PLTA dilakukan secara terintegrasi dengan pengelolaan lingkungan dan kawasan tangkapan airnya,” kata Sripeni.

Forum DEN dan Unhas tersebut menjadi ruang kolaborasi pemerintah, akademisi, dan dunia usaha dalam membahas penguatan ketahanan energi. PT Vale menyatakan akan terus mendorong pertambangan yang bertanggung jawab sekaligus mendukung agenda transisi energi dan pembangunan rendah karbon Indonesia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....