Pelindo dan BNN Edukasi Pelajar Makassar Antinarkoba

  • 10 Sep 2026 09:09 WIB
  •  Makassar

RRI. CO. ID, MAKASSAR - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperkuat edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Edukasi antinarkoba tersebut digelar di SMA Negeri 4 Makassar, Rabu (9/9/2026), melalui Program Edukasi Anti Narkoba untuk Sekolah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo dalam rangka Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Program tersebut dilaksanakan bersama Yayasan Sustainable Impact.ID dan BNN Provinsi Sulawesi Selatan dengan menyasar pelajar sebagai kelompok penting dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini. Kepala SMA Negeri 4 Makassar, Andi Supardin Gading, mengapresiasi dipilihnya sekolah tersebut sebagai lokasi pelaksanaan edukasi. Menurutnya, pemahaman mengenai bahaya narkoba penting untuk membangun kesadaran sekaligus memperkuat ketahanan diri siswa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pelindo, BNN Provinsi Sulawesi Selatan, dan Yayasan Sustainable Impact.ID atas pelaksanaan kegiatan ini. Program seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman langsung kepada siswa mengenai bahaya narkoba dan pentingnya menjaga masa depan mereka,” ujarnya.

Andi berharap materi yang diberikan tidak berhenti pada pemahaman siswa, tetapi dapat mendorong mereka menjadi agen perubahan yang ikut menyebarkan pesan pencegahan narkoba di sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat. Kepala BNN Provinsi Sulawesi Selatan, Brigjen Pol. Agung Prabowo, yang hadir sebagai pemateri, menegaskan bahwa pelajar memiliki posisi strategis dalam membangun generasi yang terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

“Generasi muda harus memiliki keberanian untuk mengatakan tidak pada narkoba. Pengetahuan yang benar menjadi benteng awal agar para pelajar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan maupun lingkungan yang dapat menjerumuskan mereka,” kata Agung.

Ia menjelaskan, penguatan pengetahuan sejak dini diperlukan agar generasi muda mampu mengenali berbagai bentuk dan modus peredaran narkoba serta memahami dampaknya terhadap kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial, dan masa depan. Agung juga menekankan bahwa pencegahan narkoba tidak dapat hanya dibebankan kepada BNN. Peran sekolah, keluarga, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dibutuhkan agar upaya tersebut berjalan secara konsisten.

“Kolaborasi seperti yang dilakukan Pelindo ini sangat penting. Upaya memerangi narkoba tidak dapat dilakukan oleh BNN sendiri, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara itu, Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam membentuk generasi muda yang sehat, tangguh, dan produktif. “Melalui program TJSL ini, Pelindo ingin berkontribusi dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba. Kemerdekaan harus dimaknai sebagai kebebasan untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-cita tanpa terbelenggu penyalahgunaan narkoba,” ujar Rinto.

Rinto berharap para siswa dapat menjadi pelopor gerakan antinarkoba yang dimulai dari diri sendiri, kemudian menularkan pesan positif kepada teman, keluarga, dan lingkungan sekitar. Pelindo pun berkomitmen melanjutkan program TJSL yang memberikan manfaat nyata, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan penguatan kualitas generasi muda.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....