Industri Farmasi dalam Negeri Gencar Genjot Produksi Bahan Baku Obat Generik
- 29 Jun 2026 07:03 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Ketergantungan Indonesia terhadap impor Bahan Baku Obat (BBO) yang sempat mencapai angka 90% kini perlahan mulai terkikis. Sejumlah perusahaan farmasi nasional, baik BUMN maupun swasta, mulai mengoperasikan pabrik-pabrik kimia baru yang difokuskan untuk memproduksi bahan aktif lokal (Active Pharmaceutical Ingredients) khusus untuk obat generik. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat ketahanan kesehatan nasional dari ancaman krisis rantai pasok global.
Ketergantungan impor BBO dari negara seperti China dan India selama ini menjadi pemicu utama fluktuasi harga obat di pasar domestik. Jika terjadi gangguan logistik internasional atau perubahan regulasi di negara eksportir, stok obat-obatan esensial di Indonesia bisa terancam langka. Dengan memproduksi BBO secara mandiri di dalam negeri, industri farmasi dapat memastikan stabilitas pasokan obat generik aman sepanjang tahun untuk kebutuhan rumah sakit dan puskesmas.
Pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap hilirisasi industri farmasi ini melalui berbagai insentif fiskal, seperti potongan pajak (tax holiday) dan kemudahan perizinan bagi investasi pabrik BBO. Selain itu, pemerintah juga menerapkan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ketat untuk pengadaan obat-obatan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Obat generik yang menggunakan bahan baku lokal akan mendapatkan prioritas utama dalam sistem e-katalog pemerintah.
Peralihan ke produksi bahan baku lokal ini juga berdampak positif pada penurunan harga obat generik di tingkat konsumen akhir. Efisiensi biaya logistik pengiriman internasional membuat harga obat-obatan kronis, seperti obat diabetes, hipertensi, dan kolesterol, dapat ditekan menjadi lebih murah lagi. Hal ini memberikan angin segar bagi jutaan pasien yang harus mengonsumsi obat secara rutin setiap bulannya tanpa khawatir terbebani biaya tinggi.
Tantangan terbesar yang dihadapi industri saat ini adalah kesiapan ekosistem industri kimia dasar yang belum sepenuhnya matang di Indonesia. Membangun pabrik BBO membutuhkan investasi teknologi tinggi dan sumber daya manusia yang ahli di bidang teknik kimia farmasi. Melalui kolaborasi antara akademisi, pelaku industri, dan lembaga riset, Indonesia optimistis mampu bertransformasi dari negara importir menjadi negara produsen obat generik yang mandiri dan berdaya saing global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....