PT Juku Sulawesi Internasional Kembangkan Budidaya Ikan dan Anggur Laut

  • 03 Jun 2026 07:14 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Sulawesi Selatan memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Wilayah pesisir yang membentang dari Takalar, Makassar, hingga Pangkep dapat di manfaatkan untuk mengembangkan usaha di bidang budidaya perikanan dan pengolahan rumput laut.

Hal ini di ungkapkan Sainal Rahim, A.Md Pi - Direktur PT. Juku Sulawesi Internasional dalam Obrolan Teras UMKM Pro4 RRI Makassar pada hari Senin, 1 Juni 2026. Menurutnya, usaha yang saat ini dijalankan berfokus pada dua sektor utama, yakni budidaya ikan air tawar dan pengolahan rumput laut, khususnya anggur laut.

Potensi sumber daya perairan yang melimpah membuat sektor ini dinilai memiliki prospek yang menjanjikan dan berkelanjutan. "Melihat panjangnya garis pantai dan luasnya wilayah perairan di Sulawesi Selatan, kami menilai sektor perikanan memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan. Karena itu, kami memilih membangun usaha yang memiliki prospek jangka panjang dan tidak mudah terhenti," ujarnya.

Sainal menambahkan keputusan untuk terjun ke dunia usaha perikanan juga didukung oleh pengalaman panjang yang dimilikinya. Sebelum mendirikan perusahaan, Sainal telah berkecimpung di bidang budidaya ikan air tawar serta pernah bekerja di sejumlah perusahaan dan instansi yang bergerak di sektor perikanan.

Selain pengalaman lapangan, latar belakang pendidikan di bidang perikanan turut memperkuat pemahaman teoritis yang dimilikinya menjadi dasar pengembangan usahanya. “Secara administratif, perusahaan yang kini saya kelola resmi berdiri pada tahun 2022. Namun, pengalaman usaha dan kegiatan budidaya perikanan sebenarnya telah mulai sejak tahun 2018 melalui kelompok tani yang saya bentuk dan pimpin. Awalnya, usaha dijalankan secara sederhana sebagai kegiatan budidaya biasa. Namun, meningkatnya permintaan pasar terhadap produk perikanan membuat usaha ini berkembang hingga menjadi perusahaan yang lebih besar”’, ungkap Sainal.

Lebih lanjut Sainal menambahkan saat ini, selain usaha budidaya ikan air tawar, salah satu produk unggulan perusahaannya adalah anggur laut atau sea grapes, yang diolah menjadi produk pangan bernilai gizi tinggi. Produk tersebut telah dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia seperti Kalimantan dan Bali yang mendapat respons positif dari masyarakat.

“Budidaya ikan air tawar yang saya jalankan di perusahaan memang saling mendukung, baik dari sisi ekologis maupun ekonomi. Dalam pengelolaan, limbah dari budidaya ikan tidak langsung dibuang ke lingkungan. Air kolam yang mengandung sisa pakan dan unsur hara dialirkan terlebih dahulu ke area tanaman sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman”, terang Sainal.

Sementara itu, air sisa dari proses pengolahan rumput laut juga dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan budidaya ikan air tawar. Kandungan garam yang masih terdapat dalam air tersebut membantu menjaga kesehatan ikan dan mengurangi risiko penyakit.

"Prinsipnya, kami berusaha agar tidak ada limbah yang langsung dibuang ke lingkungan. Semua diupayakan untuk dimanfaatkan kembali sehingga lebih ramah lingkungan," jelasnya.

Selain memberikan manfaat ekologis, kombinasi usaha budidaya ikan dan rumput laut juga menciptakan ketahanan ekonomi. Ketika harga atau permintaan salah satu komoditas menurun, komoditas lainnya dapat menjadi penopang pendapatan perusahaan, tutup Sainal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....