Ekonom UNM Sebut Inflasi jelang Lebaran Fenomena Tahunan
- 16 Mar 2026 16:47 WIB
- Makassar
Poin Utama
- Inflasi
RRI.CO.ID,Makassar - Fenomena kenaikan harga barang kebutuhan pokok menjelang hari raya keagamaan, khususnya Idul Fitri, merupakan siklus tahunan yang sulit dihindari. lonjakan permintaan masyarakat terhadap kelompok bahan pangan yang bergejolak (volatile food) menjadi pemicu utama terjadinya inflasi pada periode ini. Demikian sisampaikan Prof. Dr. Anwar Ramli, Pengamat Ekonomi Universitas Megarezky Makassar lewat Dialog Interaktif Makassar Menyapa Pagi, Senin, 16 Maret 2026.
“setiap tahun kita alami seperti itu menjelang hari-hari raya keagamaan pasti terjadi inflasi setiap tahun seperti itu dan Tentu pemerintah mengusahakan tingkat inflasi itu terus mengalami penurunan ya dari tahun ke tahun Dan itu pemicunya memang karena namanya menjelang hari raya ya para konsumen itu membeli banyak kebutuhan pokok seperti barang-barang istilahnya dalam ekonomi itu adalah volatile food, seperti daging, cabai, telur, dan lain-lain dimana Kebutuhan pokok untuk lebaran sehingga permintaan meningkat,” kata Prof kepada RRI.
Dikatakan oleh Prof Anwar bahwa langkah-langkah seperti operasi pasar dan gerakan pangan murah terbukti efektif menekan angka inflasi. Secara data disebutkan bahwa tingkat inflasi pada tahun 2026 ini menunjukkan tren yang lebih terkendali dan mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.
Meskipun secara nasional inflasi terkendali, Prof menilai tantangan besar masih dihadapi wilayah Sulawesi Selatan. Pada Februari lalu, angka inflasi di daerah ini sempat menyentuh 6,13%, jauh di atas rata-rata nasional yang berada di kisaran 4,34%. Hal ini menunjukkan perlunya kewaspadaan ekstra dari pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga di pasar-pasar lokal.
“Nah kalau saya lihat ya, tingkat inflasi di Sulawesi Selatan memang agak tinggi bulan Februari kemarin i sekitar melebihi daripada rata-rata nasional6,13% sementara nasional kan hanya sekitar 4,34% ,Tapi enggak ada masalah, Yang penting pemerintah mengantisipasi dan ini biasa saya kira,” Bebernya.
Salah satu kunci utama dalam menekan inflasi menurut Prof. Anwar adalah memastikan kelancaran distribusi barang. Masyarakat sering kali beranggapan bahwa operasi pasar tidak diperlukan jika stok barang melimpah dan distribusi sampai ke tangan konsumen tepat waktu. Keberadaan stok yang konsisten di pasar akan secara alami meredam lonjakan harga yang berlebihan.
Lebih lanjut Prof Anwar mengatakan bahwa Sebagai lumbung pangan nasional, Sulawesi Selatan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pasokan. Wilayah ini tidak hanya mencukupi kebutuhan domestik, tetapi juga menjadi penyangga utama bagi kawasan Timur Indonesia, termasuk Kalimantan, Maluku, dan Papua. Pasokan beras, daging, dan telur dari Sulawesi Selatan menjadi faktor krusial bagi ketahanan pangan regional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....