RDMP Balikpapan Beri Jaminan Ketersediaan Solar di Daerah

  • 13 Feb 2026 21:49 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Pemerintah telah menargetkan stop impor solar di tahun 2026, salah satunya dengan kehadiran proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang baru saja diresmikan pemerintah. RDMP ini bisa berdampak di daerah dalam mengisi ketersediaan kuota , yang sering kali terjadi kekurangan di waktu tertentu.

Hal ini diungkapkan, Pakar energi Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Muhammad Bachtiar Nappu, Rabu 11 Februari 2026 dalam kegiatan di Diskusi Publik, "Swasembada Energi di Era Prabowo Sekedar Wacana Atau Sudah Terencana".

Menurut Prof Bahtiar, kehadiran RDMP di Balikpapan justru dapat menjamin ketersediaan, karena sekarang ini dalam memenuhi kebutuhan membeli produk BBM (bensin dan solar)dari Singapura, "Sekarang ini strateginya, ada kilang minyak untuk memurnikan yang kapasitasnya dari 260 ribu / barel per hari naik menjadi 360 ribu barel per hari itu dalam rangka menjamin ketersediaan solar didalam negeri, secara C to C efektif harus diakui," ungkapnya

Ia menambahkan, jika masih terus mengandalkan ketergantungan pada impor maka bisa terjadi kelangkaan l, apalagi kalau pemerintah memakai subsidi kuota, begitu habis makanya sering terjadi antrian akibat kuota solar yang kurang terutama di akhir tahun, "Kalau sudah di sini, di dalam negeri tentu akan memberi dampak karena bisa mengoptimalkan di sini," ungkapnya.

Lebih jauh, ia berpandangan kapasitas kilang dalam negeri melalui RDMP merupakan kebijakan penting untuk menekan ketergantungan impor sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi. Dimana, pasca peresmian RDMP pemerintah mulai menghentikan impor solar dan mengarahkan pasokan dalam negeri melalui Pertamina. Kebijakan ini juga diperkuat dengan aturan agar SPBU swasta menyerap produk BBM domestik, sehingga produk kilang dalam negeri memiliki kepastian pasar dan tidak lagi bergantung pada suplai impor.

“Bagus untuk mengurangi ketergantungan impor dan menekan current account deficit. Karena dibeli dalam USD,” kata Bachtiar.

Seperti diketahui, seringkali terjadi antrian panjang disejumlah SPBU di kota Makassar atau beberapa daerah lain,yang disebabkan ketersediaan BBM Solar, setiap tahun Pemerintah Provinsi Sulsel, akan mengajukan kuota BBM untuk memenuhi kebutuhan di daerah.

Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan menjadi kilang terbesar di Indonesia. Proyek strategis senilai Rp123 triliun ini meningkatkan kapasitas produksi menjadi 360.000 barel per hari, menghasilkan BBM standar Euro V.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....