Penggunaan SPKLU PLN Sulselrabar Melonjak di 2025

  • 06 Jan 2026 23:10 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar: Minat masyarakat terhadap kendaraan listrik di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) terus menunjukkan tren positif. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulselrabar mencatat lonjakan signifikan penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sepanjang tahun 2025, dengan peningkatan transaksi hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengungkapkan bahwa selama tahun 2025 tercatat sebanyak 6.328 transaksi pengisian daya kendaraan listrik di SPKLU PLN. Angka ini meningkat tajam hingga 370 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatat 1.699 transaksi.

“Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kendaraan listrik dan layanan SPKLU PLN. Kami terus berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik serta memastikan kemudahan bagi pengguna mobil listrik dalam melakukan pengisian daya,” ujar Edyansyah, Senin (5/1/2026).

Seiring meningkatnya mobilitas pengguna kendaraan listrik, PLN UID Sulselrabar memastikan kesiapan infrastruktur pendukung dengan mengoperasikan 65 unit SPKLU yang tersebar di 52 lokasi di wilayah Sulselrabar. Langkah ini sejalan dengan pertumbuhan jumlah kendaraan listrik yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah Sulawesi Selatan, jumlah mobil listrik tercatat sebanyak 184 unit pada 2023, meningkat menjadi 512 unit pada 2024, dan melonjak signifikan pada 2025 menjadi 1.256 unit. Kehadiran SPKLU PLN pun mendapat respons positif dari masyarakat. Fahrul, salah satu pengguna kendaraan listrik yang ditemui saat mengisi daya di SPKLU PLN ULP Karebosi, mengapresiasi fasilitas fast charging yang disediakan.

“Pengisian dayanya cepat dan tempatnya nyaman. Ini sangat membantu kami sebagai pengguna kendaraan listrik,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Rudianto yang ditemui di PLN UP3 Parepare. Ia mengaku puas dengan layanan SPKLU PLN karena lebih efisien dan tidak perlu antre lama. “Menggunakan mobil listrik lebih hemat dan proses pengisian dayanya praktis,” ungkapnya.

Sementara itu, Afrizal, pengguna kendaraan listrik di wilayah PLN UP3 Makassar Selatan, menyebut penggunaan SPKLU PLN sangat membantu mobilitas harian maupun perjalanan luar kota. Ia juga merasakan manfaat dari sisi penghematan biaya operasional.

“Kalau pakai mobil konvensional, biaya bulanan bisa mencapai Rp500 ribu. Dengan mobil listrik dan isi daya di SPKLU PLN, pengeluaran saya hanya sekitar Rp200 ribu per bulan,” tutur Afrizal.

PLN UID Sulselrabar menegaskan komitmennya untuk terus memperluas dan meningkatkan kualitas layanan SPKLU sebagai bagian dari dukungan terhadap transisi energi bersih dan pengurangan emisi karbon di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....