UNM Dorong Transformasi Desa Sehat Majannang di Gowa
- 13 Nov 2025 12:30 WIB
- Makassar
KBRN, Gowa: Universitas Negeri Makassar (UNM) tengah mengembangkan Desa Majannang di Kabupaten Gowa sebagai model Desa Sehat berbasis sportpreneurship, inovasi pangan lokal, dan digitalisasi. Program ini merupakan bagian dari Hibah Pemberdayaan Berbasis Wilayah Skema Pemberdayaan Desa Binaan Tahun Pendanaan 2025 yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Inisiatif ini menjadi salah satu bentuk komitmen nasional dalam memperkuat transformasi desa berbasis riset dan teknologi.
Penyusunan program dilakukan secara kolaboratif antara Tim Pelaksana UNM, Pemerintah Desa Majannang, dan Pimpinan Kecamatan Parigi. Pendekatan yang digunakan menyesuaikan dengan potensi pemberdayaan lokal, dengan menitikberatkan pada integrasi lintas sektor. Fokus kegiatan mencakup pelatihan vokasional, peningkatan kesehatan komunitas, penguatan produksi pangan sehat, pengembangan ekonomi digital, pelestarian budaya, serta pariwisata edukatif berbasis lingkungan.
Secara geografis, Majannang memiliki lanskap perbukitan, jalur pertanian, dan ekosistem alami yang mendukung pengembangan wisata alam serta pertanian sehat. Posisi strategis ini memungkinkan masyarakat mengintegrasikan kegiatan produktif dengan tren global seperti gaya hidup sehat, wellness tourism, dan ekonomi kreatif berbasis digital. Melalui program ini, UNM berupaya menghadirkan solusi teknologi tepat guna, seperti sistem digital manajemen produksi, pengolahan pascapanen, pelatihan berbasis riset, serta pengembangan sport-eduwisata komunitas.
Tim pelaksana program terdiri dari akademisi lintas bidang, antara lain Prof. Dr. Syahruddin, M.Kes., AIFO (Pendidikan Jasmani dan Olahraga, UNM), Dr. Muhammad Hasan, M.Pd. (Pendidikan Ekonomi, UNM), A. Muh. Nurul Akbar, M.Kom. (Sistem Informasi, Universitas Megarezky), serta Guruh Amir Putra, S.Gz., M.Gz. (Ilmu Gizi, UNM). Kolaborasi lintas disiplin ini memungkinkan pendekatan yang lebih komprehensif dalam membangun potensi desa, mulai dari penguatan sumber daya manusia, pengembangan produk pangan lokal, hingga digitalisasi ekosistem komunitas. Selain dosen, mahasiswa dari berbagai bidang turut dilibatkan dalam proses pendampingan dan riset lapangan.
Hingga pertengahan program, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dan memperkuat identitas Desa Majannang sebagai Desa Sehat Berdaya. Kegiatan pertama berupa Pelatihan Dasar Sportpreneurship, yang memperkenalkan konsep sport-wellness tourism sebagai peluang ekonomi desa. Dalam pelatihan ini, pemuda Majannang belajar tentang manajemen event olahraga, penyusunan paket wisata sehat, serta teknik menjadi pemandu wisata aktif. Kegiatan ini memantik kreativitas Karang Taruna dalam merancang aktivitas berbasis alam seperti trekking tematik dan permainan outbound edukatif.
Kegiatan kedua yaitu Pelatihan Sistem Informasi dan Pengelolaan Komunitas Digital. Pelatihan ini menjadi langkah awal menuju desa digital dengan melatih peserta dalam pengelolaan aplikasi informasi desa, manajemen data komunitas, serta pembuatan katalog produk dan aktivitas eduwisata. Hasil awal dari kegiatan ini adalah terbentuknya dashboard digital Desa Sehat Majannang yang kini mulai dioperasikan secara mandiri oleh pemuda setempat.
Kegiatan ketiga berupa Workshop Literasi Keuangan, Branding Produk, dan Pemasaran Digital, diikuti oleh kelompok tani dan Karang Taruna. Workshop ini mencakup penyusunan business plan, teknik pengemasan, desain label, serta strategi pemasaran melalui platform digital. Peserta juga didampingi membuat akun promosi dan merancang identitas visual produk lokal agar mampu bersaing di pasar online.
Selanjutnya, tim juga mengadakan Edukasi Gizi dan Pengolahan Produk Pangan Lokal Bergizi. Dalam kegiatan ini, kelompok tani mendapatkan pendampingan langsung dari tim gizi UNM terkait pemanfaatan bahan lokal menggunakan teknologi sederhana seperti dehydrator, vacuum sealer, dan printer label untuk meningkatkan mutu dan nilai jual produk pangan sehat. Kegiatan ini sekaligus mendorong pengembangan produk olahan khas Majannang yang bernilai ekonomi tinggi.
Sebagai bagian dari pengembangan sportpreneurship, tim UNM bersama karang taruna dan pemerintah desa menggelar Simulasi Event Eduwisata Sehat berupa pilot trekking dan outbound edukatif di Bukit Kasepekang, salah satu potensi wisata unggulan Majannang. Kegiatan ini menjadi ajang uji coba bagi pemuda desa dalam mengelola wisata berbasis aktivitas fisik sekaligus memperkenalkan Majannang sebagai destinasi sport-eduwisata baru di Kabupaten Gowa.
Pada tahun pertama, program ini menargetkan dua mitra utama yakni Kelompok Tani Padang Malullu dan Karang Taruna Nirannuang. Untuk kelompok tani, target capaian meliputi peningkatan diversitas produk, kemampuan menyusun business plan, dan strategi pemasaran yang lebih efektif. Sedangkan bagi karang taruna, target utama adalah peningkatan kemampuan manajerial serta kualitas pelayanan sosial kemasyarakatan yang berorientasi pada kemandirian komunitas.
Kedepan, program ini diarahkan menjadi Desa Percontohan. Pada tahun kedua dan ketiga, UNM menargetkan pengembangan koperasi digital desa, sertifikasi produk pangan lokal, paket wisata sehat berbasis sport-wellness, sistem promosi berbasis kecerdasan buatan (AI-responsif), dan perluasan jejaring pemasaran lintas daerah. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat Majannang sebagai pusat inovasi pedesaan berbasis riset, kolaborasi, dan teknologi. “Majannang memiliki energi sosial dan potensi alam yang kuat. Kami hanya membantu menghubungkan potensi itu dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi,” ujar Prof. Syahruddin, Ketua Tim Pelaksana UNM ekpada awak media,Selasa (12/11/2025).
Dengan proses pendampingan yang partisipatif, Desa Majannang kini mulai bertransformasi menjadi desa inovatif, sehat, dan berdaya. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan yang bisa direplikasi di berbagai wilayah Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan ekonomi, pangan, dan sosial berbasis potensi lokal.(RRI Fitriyani Nuralim)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....