Singkong Jadi Komoditas Andalan Pangan Nasional
- 21 Okt 2025 14:51 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar: Singkong dinilai sebagai komoditas strategis yang mampu memperkuat ketahanan pangan nasional. Tanaman ini mudah dibudidayakan dan memberi nilai ekonomi tinggi bagi petani Indonesia.
Menurut buku Budidaya dan Aneka Olahan Singkong terbitan LPPM UPN “Veteran” Yogyakarta, tanaman singkong tumbuh baik di berbagai daerah tropis. Singkong menjadi sumber karbohidrat utama sekaligus bahan baku industri pangan dan nonpangan.
Penulis buku, Endah Wahyurini dan Dyah Sugandini, menjelaskan pengembangan agroindustri singkong dapat membuka lapangan kerja baru. Produk turunannya meliputi tepung mocaf, tapioka, bioetanol, serta berbagai makanan olahan.
Indonesia merupakan produsen singkong terbesar keempat di dunia setelah Nigeria, Thailand, dan Brasil. Produksi nasional mencapai sekitar 20 juta ton per tahun dengan luas panen sekitar 0,63 juta hektare.
Proses budidaya singkong mencakup tahapan persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen berumur enam sampai dua belas bulan. Panen dilakukan dengan mencabut batang utama atau mengangkat umbi menggunakan cangkul.
Selain ubinya, daun singkong juga bernilai gizi tinggi dan banyak dikonsumsi masyarakat. Daun ini biasa diolah menjadi sayur santan atau tumis, sehingga berperan penting dalam gizi rumah tangga pedesaan.
Dalam aspek ekonomi, satu hektare lahan singkong dapat menghasilkan keuntungan bersih hingga Rp57 juta. Analisis usaha tani menunjukkan potensi produksi singkong mencapai 125 ton per hektare.
Beragam produk olahan singkong seperti tiwul, getuk, keripik, brownies, dan pizza singkong kini banyak diminati pasar lokal. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing pangan lokal dan menekan impor tepung tapioka.
Penulis buku berharap masyarakat memandang singkong bukan sekadar pangan alternatif, tetapi komoditas unggulan daerah. Budidaya dan pengolahan terpadu dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta mendukung ekonomi nasional. (Alif Revka Mahesa/RRI Magang)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....