Sejarah dan Makna Kuliner Makassar yang Mulai Terlupakan

  • 14 Agt 2025 14:48 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar: Kuliner khas Makassar tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menyimpan sejarah dan filosofi yang dalam. Namun, seiring perkembangan zaman, sebagian tradisi dan makna di balik hidangan tersebut mulai memudar di tengah masyarakat.

Budayawan Tiong Hoa Peranakan Bugis Makassar, Moehammad David Ari Tanto, mengungkapkan bahwa banyak kuliner lahir dari akulturasi budaya yang kaya. “Banyak yang asal buat gegabah tapi tidak tahu filosofi dari kuliner tersebut, maknanya apa,” ujarnya saat berbincang di program Obrolan Khusus Pro 4 RRI Makassar pada Selasa siang, 12 Agustus 2025.

Ia mencontohkan kue kura-kura yang awalnya berwarna merah sebagai simbol keceriaan, kini dibuat dalam warna hijau atau ungu tanpa memahami makna aslinya. Begitu pula Palumara, yang sejatinya diciptakan untuk membantu orang sakit agar memiliki selera makan.

David menilai pentingnya menjaga pengetahuan tentang asal-usul kuliner agar generasi muda tidak sekadar mengenal rasa, tetapi juga nilai budayanya. “Dasarnya itu jangan dilupa dari mana,” tegasnya.

Menurutnya, inovasi dalam kuliner adalah hal wajar, namun tetap harus menghormati akar sejarahnya. Dengan begitu, tradisi dan makna yang terkandung dalam kuliner Makassar dapat terus hidup di tengah perubahan zaman. (Athirah)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....