Narkoba dalam Perspektif Filosofi Bugis-Makassar
- 13 Mei 2026 13:13 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan mental, tetapi juga dapat menghilangkan jati diri seseorang sebagai manusia yang berbudaya. Dalam pandangan filosofi Bugis-Makassar, seseorang yang kehilangan kesadaran akibat zat kimia atau narkoba dianggap sedang mengalami krisis identitas kemanusiaan, karena tidak lagi mampu menjaga akal, rasa malu, dan nilai moral yang menjadi dasar kehidupan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Basiah, dosen Departemen Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, dalam Obrolan Apresiasi Budaya Lokal di Pro 4 RRI Makassar, pada hari Senin 11 Mei 2026. Menurutnya, dalam budaya Bugis-Makassar, manusia dipandang sebagai makhluk yang memiliki kesadaran diri, tanggung jawab sosial, dan kehormatan yang dijaga melalui perilaku yang baik.
“Ketika seseorang kehilangan kesadaran akibat narkoba, secara filosofis ia bukan hanya kehilangan kontrol atas dirinya, tetapi juga menjauh dari nilai kemanusiaan yang dijunjung dalam budaya Bugis-Makassar,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat Bugis-Makassar mengenal konsep siri’ na pacce, yaitu rasa malu dan empati sosial yang menjadi fondasi moral dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai tersebut mengajarkan seseorang untuk menjaga martabat diri, keluarga, dan lingkungan sosialnya.
Menurut Basiah, penggunaan narkoba yang membuat seseorang kehilangan kesadaran dapat dimaknai sebagai pudarnya kemampuan seseorang menjaga siri’. Dalam kondisi tersebut, seseorang tidak lagi mampu membedakan benar dan salah, tidak mampu mengontrol tindakan, bahkan berpotensi menyakiti dirinya sendiri maupun orang lain.
“Kesadaran adalah bagian penting dari identitas manusia. Ketika kesadaran itu hilang karena pengaruh zat kimia, maka nilai kemanusiaan yang melekat pada dirinya juga ikut terganggu,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa filosofi Bugis-Makassar sangat menghargai akal sehat sebagai anugerah yang membedakan manusia dengan makhluk lain. Karena itu, segala hal yang merusak akal dan kesadaran dipandang bertentangan dengan nilai budaya dan moral masyarakat.
Basiah berharap generasi muda, khususnya pelajar dan mahasiswa, mampu memahami bahwa bahaya narkoba bukan hanya persoalan hukum dan kesehatan, tetapi juga ancaman terhadap identitas budaya dan kemanusiaan.
“Menjaga diri dari narkoba berarti menjaga martabat, menjaga keluarga, dan menjaga nilai kemanusiaan yang diwariskan leluhur Bugis-Makassar,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....