Jejak Akulturasi Tionghoa dalam Nada dan Musik Daerah Makassar

  • 31 Agt 2026 07:59 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, MAKASSAR - Akulturasi budaya antara etnis Tionghoa dan masyarakat Makassar telah berlangsung selama berabad-abad serta meninggalkan jejak mendalam pada seni musik tradisional. Interaksi budaya tersebut tidak hanya membentuk keharmonisan sosial, tetapi juga memperkaya khazanah nada dan lagu daerah yang terus dinyanyikan hingga saat ini.

Penggiat Budaya Tionghoa Kota Makassar, Ir. Arwan Cahyadi saat mengisi program siaran obrolan budaya di pro 4 rri makassar, mengungkapkan bahwa migrasi warga Tionghoa dari wilayah Tiongkok Selatan sejak beberapa abad lalu membawa serta berbagai peninggalan seni. Salah satu alat musik gesek Tionghoa yang dibawa pada masa itu adalah erhu, yang kemudian diserap dan bertransformasi menjadi alat musik tradisional Makassar yang dikenal sebagai kesok-kesok atau rebab.

"Waktu orang Tionghoa datang dari Tiongkok Selatan, mereka membawa alat musik seperti erhu. Alat musik gesek ini berkembang di Makassar hingga kita kenal sebagai kesok-kesok," ujar Arwan Cahyadi Minggu, 30 Agustus 2026.

Arwan meyakini bahwa musik bertindak sebagai sarana pemersatu efektif yang merekatkan keberagaman suku di Kota Makassar. Peninggalan maestro musik Tionghoa Makassar seperti Hoo Eng Djie, pencipta lagu legendaris Ati Raja, menjadi bukti konkret keterlibatan etnis Tionghoa dalam memperkaya lagu daerah.

Sementara itu, pencipta lagu daerah Makassar, Rustam Basir, menjelaskan bahwa sentuhan nada Tionghoa sangat terasa dalam tangga nada dan melodi lagu-lagu daerah klasik Makassar. Keunikan struktur nada tersebut dapat dibuktikan melalui pola penekanan nada pada tuts hitam instrumen musik modern seperti keyboard.

"Pengaruh melodi lagu Makassar itu ada dua, yaitu Melayu dan Tionghoa. Lagu seperti Ati Raja memiliki warna melodi Tionghoa yang sangat kental. Kalau di keyboard, kalau dipencet semua tuts hitamnya, itu adalah warna melodi Mandarin Tionghoa," jelas Rustam Basir.

Melalui dialog budaya ini, RRI Makassar terus berkomitmen untuk memberikan ruang edukasi publik mengenai sejarah panjang akulturasi Nusantara. Pelestarian nilai-nilai sejarah dalam seni musik diharapkan mampu memperkuat rasa toleransi dan persatuan di tengah masyarakat multietnis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....