Haul VII Raja Binamu XVI Perkuat Persatuan dan Lestarikan Warisan Adat
- 03 Agt 2026 08:46 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Suasana khidmat dan penuh rasa kekeluargaan menyelimuti Halaman Istana Balla Lompoa Bontang, Kelurahan Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, saat Lembaga Adat Mattewakkang Karaeng Jungge menggelar Puncak Peringatan Haul VII Raja Binamu XVI, Minggu 3 Agutus 2026.
Kegiatan ini dihadiri ratusan rumpun keluarga trah Kerajaan Binamu, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para raja dan pemangku adat dari berbagai wilayah di Sulawesi Selatan.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti seluruh hadirin. Nuansa budaya kemudian semakin terasa melalui penampilan Tari Pakarena Balla Lompoa dari Sanggar Seni Walasuji yang dilanjutkan atraksi pencak silat tradisional Pamancak oleh dua pasang pesilat. Sebelum acara inti dimulai, tamu undangan juga disambut dengan Tari Padduppa Bosara' dan alunan Sinrilik yang mengisahkan sejarah Kerajaan Binamu beserta silsilah para rajanya.
Ketua Panitia Pelaksana, Adwin Patoppoi Maggau, Karaeng Sutte, menyampaikan apresiasi kepada seluruh rumpun keluarga yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tahunan tersebut. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan haul merupakan hasil kebersamaan dan partisipasi aktif seluruh keturunan Mattewakkang Karaeng Jungge.
"Acara ini terselenggara berkat kerja sama dan bantuan dari seluruh anak cucu. Ada yang menyumbang beras, dan bahkan ada yang menyumbang dua ekor kuda untuk disajikan kepada tamu undangan serta seluruh keluarga yang hadir. Sumbangan kuda tersebut berasal dari Karaeng Lomba dan Drs. H. Iksan Iskandar, M.Si. Karaeng Ningra," ujar Adwin Patoppoi Maggau.
Peringatan Haul VII juga dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Jeneponto, di antaranya Wakil Bupati Muhammad Islam Iskandar yang mewakili Bupati Jeneponto, Kajari Jeneponto, Dandim 1425/Jeneponto, serta Wakapolres Jeneponto Kompol Sahabuddin. Kehadiran para raja dan pemangku adat dari Takalar, Gowa, Maros, hingga Bulukumba semakin menambah makna kebersamaan dalam acara tersebut.
Sementara itu, Ketua Dewan Adat Mattewakkang Karaeng Jungge, Chaidir Lewang Karaeng Bulu, menjelaskan lembaga adat yang dipimpinnya memiliki misi menjaga marwah dan kelestarian budaya Kerajaan Binamu sekaligus mempererat persatuan seluruh rumpun keluarga keturunan Raja Binamu XVI. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai adat harus terus diwariskan kepada generasi penerus.
Senada dengan itu, tokoh adat Jeneponto, Iksan Iskandar, Karaeng Ningra, mengajak seluruh keluarga besar Kerajaan Binamu untuk terus menjaga persaudaraan dan memperkuat silaturahmi sebagai fondasi utama dalam melestarikan warisan leluhur. "Harapan kita bersama, seluruh rumpun keluarga tetap menjalin dan menjaga persatuan serta kesatuan di manapun berada," tegas Iksan Iskandar.
Puncak Haul VII menjadi penutup rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama satu bulan. Beragam agenda digelar, mulai dari olahraga tradisional Appabbatte Tau atau Assempak yang menjadi ciri khas masyarakat Jeneponto hingga ritual keagamaan dan ziarah ke makam Raja Binamu XX, Maggau Karaeng Sanggu.
Seluruh rangkaian kemudian ditutup dengan ziarah bersama ke kompleks makam raja-raja Binamu di Bontoramba, Kecamatan Tamalatea. Melalui peringatan ini, keluarga besar Kerajaan Binamu kembali meneguhkan komitmen untuk mempererat ikatan kekeluargaan, melestarikan adat istiadat, dan menjadikan Haul Raja Binamu sebagai agenda tahunan pemersatu seluruh trah Kerajaan Binamu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....