Tergerus Modernisasi, Akademisi Unismuh Dorong Pelestarian Kelong Tu Panrita
- 27 Jul 2026 12:22 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Arus modernisasi dan digitalisasi yang pesat dinilai mulai mengikis pemahaman generasi muda Sulawesi Selatan terhadap Kelong Tu Panrita dan bahasa Makassar. Kondisi ini memicu keprihatinan akademisi karena berpotensi merenggut identitas budaya serta kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
"Jika bahasa daerah tidak lagi digunakan, lambat laun bahasa tersebut akan mengalami kepunahan. Ketika Kelong Tu Panrita tetap dipelajari dan digunakan, secara tidak langsung kita juga menjaga keberlangsungan bahasa Makassar," kata Prof. Bahaking Rama selaku Ketua Program Studi Doktor PAI Unismu Makassar saat hadir di dialog Pro 4 RRI Makassar Minggu, 26 Juli 2026.
Prof. Dr. H. Bahaking Rama, M.S., menyebutkan saat ini telah terjadi pergeseran penggunaan bahasa daerah dalam ruang-ruang dakwah maupun kehidupan sehari-hari. Ia menilai, banyak generasi muda yang tidak lagi mengenal syair-syair bernilai filosofis tersebut.
Bahaking Rama menegaskan, Kelong Tu Panrita menyimpan khazanah pengetahuan yang mencakup sastra, filosofi hidup, hingga panduan moral berbasis ajaran Islam. Kehilangan warisan ini menurut guru besar Unismuh ini sama halnya dengan memutuskan jembatan sejarah yang menghubungkan nilai-nilai masa lalu dengan generasi masa depan.
"Kerugiannya sangat besar jika tidak dilestarikan, bukan hanya kehilangan karya sastra tetapi juga kehilangan identitas budaya dan metode dakwah ulama terdahulu. Menjaga karya sastra tradisional adalah bagian dari menghargai keberagaman yang dianugerahkan Allah SWT," jelas Bahaking dalam dialog bersama RRI Pro 4 Makassar.
Guru besar Unismuh ini menilai upaya pembukuan dan dokumentasi syair-syair Kelong Tu Panrita menjadi langkah mendesak yang harus segera dirampungkan. Lebih lanjut, kata Bahaking Penerbitan karya-karya tersebut diharapkan mampu menyelamatkan khazanah lisan agar tidak sirnah ditelan zaman.
Bahaking mengatakan, langkah ini diharapkan mampu menghidupkan kembali minat masyarakat umum, khususnya kalangan muda, untuk mempelajari bahasa daerah. Pelestarian kebudayaan lokal dipandang sebagai benteng utama dalam mempertahankan jati diri bangsa di era global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....