Kisah Mewah Maharaja Bhupinder Singh Dari Patiala
- 27 Jul 2026 09:35 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID , Makassar - Kehidupan jajaran para raja dalam sejarah dunia kerap identik dengan kemewahan, kekuasaan, hingga intrik politik yang mewarnai masa pemerintahannya. Salah satu tokoh penguasa yang paling menarik perhatian dalam sejarah Kerajaan India adalah Maharaja Sir Bhupinder Singh dari kawasan Patiala.
Ia dikenal luas sebagai sosok raja yang menjalankan gaya hidup super mewah sekaligus memegang pengaruh politik yang sangat kuat. Bhupinder Singh menjadi representasi kemegahan di penghujung masa kerajaan-kerajaan pribumi India saat berada di bawah cengkeraman masa kolonial kekuasaan Inggris.
Melansir ulasan sejarah dari Times of India, Bhupinder Singh naik tahta secara resmi sejak masih berusia sangat muda. Di balik tanggung jawab kepemimpinannya sebagai kepala daerah, ia mengoleksi puluhan mobil mewah puluhan kendaraan Rolls Royce serta ribuan perhiasan berlian bernilai sangat fantastis.
Gaya hidup pribadinya juga dikenal sangat bombastis dengan memiliki sepuluh istri resmi serta ratusan selir di dalam lingkungan istana. Selera makannya pun menjadi legenda sejarah lantaran kerap memesan hidangan kuliner puluhan ekor burung puyuh tanpa tulang dalam satu kali makan.
Meski dikenal dengan gaya hidup kontroversial yang amat boros, sang Maharaja tercatat memberikan kontribusi besar bagi dunia olahraga nasional. Ia mendirikan lapangan kriket tertinggi di dunia, membangun istana megah, serta mengoleksi ratusan ekor kuda untuk tim polo kebanggaannya.
Pengaruh serta perannya di panggung internasional semakin diperhitungkan saat ia dipercaya meraih pangkat militer Letnan Jenderal Kehormatan pada Perang Dunia Pertama. Namun, catatan transaksi belanja perhiasan mewahnya di Eropa tetap menjadi bahan perbincangan panas para sejarawan hingga era modern saat ini.
Kisah kehidupan Bhupinder Singh menjadi cerminan kompleksitas era kerajaan yang memadukan kelebihan pribadi dengan tugas pelayanan terhadap masyarakat publik. Rekam jejak sejarah sang Maharaja diimbau dapat menjadi bahan refleksi pembelajaran berharga bagi para pembaca di Kota Makassar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....