Putus Rantai Narkoba lewat Filosofi 'Tudang Sipulung' dalam Keluarga

  • 30 Jun 2026 17:00 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Tantangan dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba di era modern memerlukan pendekatan yang menyentuh akar masalah. Komunikasi yang terputus di lingkungan keluarga dinilai menjadi salah satu pemicu utama anak-anak mencari pelarian pada zat terlarang tersebut, hal tersebut diungkapkan Dosen Departemen Sastra Daerah FIB UNHAS, Dr. Dafirah, M.Hum kepada rri saat hadir narasumber di Pro 4 RRI Makassar Senin, 29 Juni 2026.

"Metode pencegahan terbaik harus dimulai dari rumah melalui tradisi lokal. Karena itu, menyarankan agar orang tua menghidupkan kembali esensi nilai tradisi musyawarah Bugis Makassar yang dikenal sebagai Tudang Sipulung," terang dia.

"Mari kita putus mata rantai narkoba bukan dengan menciptakan jarak dan ketakutan, melainkan dengan membuka ruang dialog," ujar Dr. Dafirah.

Ia menambahkan bahwa, narkoba akan menjauh dengan sendirinya ketika jalinan komunikasi antaranggota keluarga semakin mendekat. Penerapan nilai kearifan lokal ini menuntut perubahan cara pandang orang tua dalam mendidik anak-anak generasi saat ini. "Orang tua tidak bisa lagi sekadar mengandalkan metode ceramah satu arah yang bersifat kaku atau menghakimi," tambahnya.

Menurutnya, pendekatan active listening atau mendengarkan secara aktif menjadi kunci utama agar anak merasa dihargai. Melalui ruang transparansi ini, anak-anak diberikan hak serta kebebasan untuk mengutarakan keluh kesah mereka tanpa rasa takut.

Lebih lanjut, filosofi dasar Tudang Sipulung pada hakikatnya mengajarkan prinsip kesetaraan dan kebersamaan di antara mereka yang berkumpul. Simbol duduk bersila di atas tikar mencerminkan kedudukan yang sejajar dalam mendiskusikan suatu masalah demi mufakat.

"Penguatan benteng moral di tingkat keluarga menjadi pondasi yang sangat krusial sebelum melangkah ke masyarakat. Jika ruang diskusi di kelompok terkecil ini berjalan aman, maka perlindungan terhadap generasi muda akan semakin kokoh," tegasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....