Alasan Ekologis di Balik Hilangnya Babi Arab
- 25 Mei 2026 08:46 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Hewan babi kini sama sekali tidak dikonsumsi oleh mayoritas masyarakat yang hidup di kawasan Jazirah Arab karena alasan keagamaan. Namun, catatan sejarah ribuan tahun lalu justru menunjukkan hal sebaliknya, di mana hewan ini pernah menjadi salah satu sumber makanan utama di Timur Tengah.
Melansir penelitian ilmiah dari Kiel University Jerman, proses domestikasi babi pertama kali terdeteksi di wilayah Mesopotamia sekitar delapan ribu lima ratus tahun Sebelum Masehi. Bukti arkeologis membuktikan bahwa masyarakat kuno setempat sempat memelihara babi secara intensif sebagai pemasok daging harian sebelum akhirnya ditinggalkan.
Perubahan drastis ini mulai terjadi sekitar seribu tahun Sebelum Masehi ketika angka konsumsi dan peternakan babi anjlok secara signifikan. Menurut analisis para antropolog dunia, hilangnya babi dari meja makan masyarakat Arab kuno sebenarnya lebih dipicu oleh faktor ekologi ketimbang urusan spiritual.
Kondisi alam Jazirah Arab yang didominasi gurun pasir dinilai sangat tidak ramah bagi ekosistem pertumbuhan serta peternakan hewan babi. Seekor babi diketahui membutuhkan pasokan air yang sangat berlimpah serta jenis makanan berkualitas tinggi seperti biji-bijian yang juga dikonsumsi oleh manusia.
Berbeda dengan kambing atau sapi yang dapat memakan rumput kering, memelihara babi di daerah tandus dinilai sangat tidak efisien bagi perekonomian. Manusia pada masa itu cenderung lebih memilih mengamankan sumber daya makanan dan air untuk kelompok mereka sendiri daripada memberikannya kepada hewan ternak.
Berdasarkan riset sejarawan Richard W Redding, kehadiran ayam sebagai alternatif protein baru menjadi faktor krusial yang menggeser popularitas babi. Ayam terbukti jauh lebih mudah dipelihara, hemat konsumsi air, menghasilkan telur, serta sangat cocok menunjang gaya hidup nomaden masyarakat Arab kala itu.
Kombinasi antara tekanan perubahan iklim ekstrem serta hadirnya hewan unggas secara perlahan membuat praktik peternakan babi musnah sepenuhnya dari kawasan tersebut. Faktor-faktor alam inilah yang menjadi landasan kuat sebelum akhirnya larangan budaya dan agama mempertegas hilangnya babi di tanah Arab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....