Sulapa Appa, Formulasi Kepemimpinan Ideal dari Tanah Sulawesi

  • 22 Mei 2026 08:51 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, MAKASSAR - Kepemimpinan di Sulawesi Selatan sejak zaman kerajaan Gowa dan Bone telah lama mengadopsi prinsip Sulapa Appa sebagai syarat mutlak seorang pemimpin. Dalam konteks tata negara tradisional, seorang pemimpin atau Arung tidak hanya dilihat dari garis keturunannya, tetapi dari kemampuannya menjaga empat sisi keadilan dalam memerintah rakyatnya.

Di lansir dari Mattulada, "Latoa: Antropologi Politik Orang Bugis" dan Arsip Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX. Pilar pertama dalam kepemimpinan Sulapa Appa adalah keteguhan pada kebenaran. Seorang pemimpin harus memiliki prinsip yang bersegi empat—kokoh dan tidak mudah goyah oleh kepentingan pribadi. Hal ini berkaitan erat dengan konsep Siri’ na Pacce, di mana rasa malu untuk berbuat salah dan rasa peduli terhadap sesama menjadi pengikat yang kuat agar pemimpin tetap berada di jalan yang lurus.

Selain itu, filosofi ini menuntut seorang pemimpin untuk menguasai empat kecakapan utama. Pertama, Macca (pintar) dalam mengambil keputusan; kedua, Warani (berani) mengambil risiko demi rakyat; ketiga, Getteng (tegas) dalam menegakkan aturan; dan keempat, Lempu (jujur) dalam segala tindakan. Jika salah satu sisi ini tumpul, maka roda pemerintahan dianggap akan pincang dan kehilangan wibawanya.

Secara simbolis, aksara Lontara yang menjadi identitas literasi Bugis-Makassar juga berpangkal pada bentuk dasar belah ketupat (persegi) Sulapa Appa. Ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dan komunikasi pun harus berlandaskan pada keseimbangan empat unsur tersebut. Informasi yang disampaikan haruslah jujur, berani, bijak, dan membawa ketenangan bagi masyarakat.

Transformasi Sulapa Appa dalam dunia birokrasi modern kini mulai digaungkan kembali sebagai upaya pencegahan korupsi dan peningkatan etika kerja. Dengan menanamkan nilai "empat sisi" ini, diharapkan para pemangku kebijakan mampu melihat persoalan secara holistik. Kepemimpinan yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan integritas moral adalah kunci utama mewujudkan keadilan sosial yang hakiki di Bumi Pertiwi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....