Mappogau Hanua, Tradisi Syukuran Kampung Masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan

  • 11 Mei 2026 11:09 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID ,Makassar Mappogau Hanua menjadi salah satu tradisi budaya masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan yang masih terus dilestarikan hingga kini. Tradisi ini merupakan bentuk syukuran kampung yang biasa digelar masyarakat, khususnya di Kabupaten Bone dan Soppeng, sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen serta permohonan keselamatan dan kemakmuran bagi warga.

Dilansir dari perjalanan.id. Pelaksanaan Mappogau Hanua umumnya dilakukan setelah masa panen atau pada momentum pergantian tahun Hijriah. Prosesi diawali dengan doa bersama yang dipusatkan di masjid atau rumah adat dan dipimpin tokoh agama maupun pemangku adat.

Masyarakat kemudian menghias lingkungan kampung menggunakan janur dan kain berwarna-warni sebagai simbol sukacita dan kebersamaan.Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan barzanji atau puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, terdapat pula pertunjukan seni budaya seperti tari maddupa yang diiringi musik tradisional Bugis, antara lain gandrang dan puik-puik. Tradisi ini juga identik dengan sajian kuliner khas Bugis yang disantap bersama warga, seperti buras, pallubasa, dan coto Makassar.

Bagi masyarakat Bugis, Mappogau Hanua bukan sekadar seremoni adat, tetapi juga ruang mempererat hubungan sosial dan menjaga harmoni antarwarga. Tradisi ini mencerminkan nilai luhur masyarakat Bugis, khususnya siri na pacce yang bermakna harga diri, solidaritas, dan kepedulian sosial.

Keunikan ritual serta kekayaan seni budaya yang ditampilkan menjadikan Mappogau Hanua sebagai salah satu daya tarik wisata budaya di Sulawesi Selatan. Wisatawan dapat menyaksikan langsung perpaduan tradisi, spiritualitas, serta keramahan masyarakat lokal dalam satu perayaan adat. Pelestarian Mappogau Hanua dinilai penting sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....