Tips Memilih Hewan Kurban yang Tepat dan Sesuai Syariat

  • 07 Mei 2026 07:30 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Memilih hewan kurban merupakan langkah penting yang perlu diperhatikan dengan cermat menjelang hari raya Idul Adha. Hewan yang dipilih bukan sekadar binatang biasa, melainkan bentuk ibadah yang diharapkan diterima oleh Allah SWT. Oleh karena itu, pemilihan harus dilakukan berdasarkan ketentuan syariat serta mempertimbangkan aspek kesehatan dan kualitas hewan agar ibadah yang dilakukan menjadi sah dan bermanfaat bagi orang yang menerima dagingnya. Berikut adalah panduan lengkap yang dapat dijadikan acuan saat memilih hewan kurban.

Dikutip dari laman umroh.com. Syarat utama yang wajib dipenuhi adalah batas usia hewan sesuai ketentuan agama. Menurut hukum Islam, hewan yang layak dijadikan kurban memiliki usia minimal tertentu: kambing atau domba harus berusia minimal satu tahun dan sudah masuk tahun kedua, sapi atau kerbau berusia minimal dua tahun dan sudah masuk tahun ketiga, sedangkan unta berusia minimal lima tahun. Usia ini menjamin bahwa hewan tersebut sudah cukup dewasa dan memiliki kualitas daging yang baik, serta memenuhi syarat sah ibadah.

Kesehatan hewan menjadi faktor yang tidak boleh diabaikan saat memilih. Hewan kurban harus dalam keadaan sehat, bugar, dan tidak mengalami penyakit menular maupun penyakit parah. Tanda-tanda hewan sehat antara lain mata yang bersih, cerah, dan tidak berair; hidung yang lembap dan tidak mengeluarkan lendir; nafsu makan yang baik; serta bulu atau rambut yang halus, mengkilap, dan tidak rontok secara berlebihan. Hewan yang sakit tidak sah dijadikan kurban karena dikhawatirkan dagingnya tidak layak dikonsumsi dan tidak memenuhi syarat kesempurnaan ibadah.

Selain sehat, hewan kurban juga harus bebas dari cacat yang dapat mengurangi kualitasnya atau menyakiti hewan tersebut. Beberapa jenis cacat yang membuat hewan tidak sah dijadikan kurban antara lain buta sebelah maupun kedua matanya, pincang yang parah sehingga sulit berjalan, tanduk yang patah sampai ke pangkalnya, atau telinga yang terpotong sebagian besar. Cacat-cacat ini dianggap mengurangi kesempurnaan hewan, sehingga tidak layak dijadikan persembahan terbaik kepada Allah SWT.

Kondisi fisik dan pertumbuhan hewan juga perlu diperhatikan secara teliti. Hewan kurban sebaiknya memiliki tubuh yang berisi, tidak kurus kering, dan memiliki otot yang cukup padat. Perhatikan bagian tubuh seperti punggung, paha, dan perut—bagian tersebut sebaiknya terlihat berisi dan tidak menonjolkan tulang belulang. Hewan yang berisi tidak hanya menunjukkan kualitas fisik yang baik, tetapi juga menghasilkan daging yang cukup untuk dibagikan kepada fakir miskin, kerabat, dan keluarga sendiri sebagaimana ketentuan pembagian daging kurban.

Memilih hewan yang jinak dan mudah diatur juga menjadi pertimbangan praktis yang penting. Hewan yang tenang dan tidak mudah panik akan memudahkan proses penanganan, mulai dari pengangkutan hingga saat penyembelihan dilakukan. Hewan yang terlalu liar atau agresif berisiko menyakiti orang di sekitarnya atau bahkan menyakiti dirinya sendiri, yang dapat menurunkan kualitas dagingnya. Oleh karena itu, sebaiknya pilih hewan yang sudah terbiasa berinteraksi dengan manusia dan memiliki sifat yang tenang.

Terakhir, pastikan Anda membeli hewan kurban dari penjual atau peternak yang terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan. Penjual yang terpercaya biasanya dapat memberikan keterangan yang jelas mengenai asal usul, usia, dan riwayat kesehatan hewan yang dijualnya. Jika memungkinkan, mintalah surat keterangan kesehatan hewan dari dinas terkait untuk menjamin keamanan dan kelayakan hewan tersebut. Dengan memilih sumber yang terpercaya, Anda dapat melaksanakan ibadah kurban dengan tenang, yakin, dan penuh ketenangan hati.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....