Lawan Narkoba lewat Budaya, FIB Unhas dan RRI Makassar Gaungkan Filosofi ‘Passapu Pu

  • 05 Mei 2026 20:23 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Dalam upaya mendukung program pemerintah mempercepat pemberantasan narkoba, Pro 4 RRI Makassar menggelar siaran apresiasi budaya bertajuk "Passapu Putih: Menjaga Mahkota Pikiran, Memuliakan Jati Diri Pemuda." Program ini menyoroti bagaimana nilai-nilai kearifan lokal Sulawesi Selatan dapat menjadi benteng pertahanan mental bagi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan zat terlarang.

Dosen Departemen Sastra Daerah FIB Universitas Hasanuddin, Burhan Kadir, S.S., M.H., yang hadir sebagai narasumber, menegaskan bahwa narkoba bukan sekadar serangan terhadap kesehatan fisik, melainkan serangan langsung terhadap "mahkota pikiran." Menurutnya, dalam budaya Makassar, kepala adalah pusat kehormatan yang harus dijaga kesuciannya, yang secara simbolis diwakili oleh penggunaan Passapu.

"Mengenakan Passapu berarti seseorang siap menjaga pikiran, ucapan, dan tindakan agar tetap selaras dengan nilai Siri’ yang kita junjung tinggi. Ketika seorang pemuda terpapar narkoba, secara filosofis 'mahkota' atau kehormatannya telah jatuh karena ia kehilangan kendali atas pusat kesadarannya," ujar Burhan dalam siaran yang dipandu oleh host Richard, Senin (04/05).

Lebih lanjut, Burhan menjelaskan bahwa sinergi antara instruksi Presiden mengenai pemberantasan narkoba dengan kearifan lokal sangatlah strategis. Budaya diyakini mampu menjadi benteng yang lebih kuat dibandingkan sekadar hukum formal karena bekerja melalui kesadaran batin dan rasa malu (Siri’). Pemuda yang memahami jati dirinya sebagai masyarakat Bugis-Makassar akan merasa malu untuk merusak martabat keluarga dan komunitasnya.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan pendekatan hukum, tetapi juga melakukan revitalisasi nilai-nilai Siri’ na Pacce di lingkungan keluarga. Hal ini diharapkan dapat menciptakan deteksi dini dan lingkungan sosial yang bersih dari pengaruh narkoba melalui penguatan karakter berbasis budaya lokal.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....