Gogos, Hidangan Istimewa di Pesta Panen Paenge Majimpo-Jimpo di Kabupaten Barru

  • 29 Apr 2026 17:18 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID. Makassar - Kabupaten Barru, yang terletak di Sulawesi Selatan, terkenal dengan tradisi pertanian yang kaya, khususnya di kalangan masyarakat Bugis. Salah satu momen yang paling ditunggu adalah pesta panen Paenge Majimpo-Jimpo, sebuah perayaan yang dilaksanakan sebagai ungkapan syukur atas hasil panen yang melimpah. Dalam acara ini, tidak hanya tumpah ruah kegembiraan, tetapi juga aneka kuliner khas yang menjadi simbol kehangatan dan kekayaan budaya Bugis. Salah satunya adalah Gogos, makanan tradisional yang tak bisa dilewatkan.

Gogos adalah makanan khas Bugis yang terbuat dari ketan yang dibungkus daun pisang dan dibakar hingga matang, menghasilkan tekstur kenyal yang lezat. Biasanya, Gogos dihidangkan dengan berbagai lauk pauk seperti ikan bakar, telur asin, sambal, atau sayuran yang menambah cita rasa. Keberadaan Gogos di tengah pesta panen Paenge Majimpo-Jimpo menjadi tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Saat kami mengunjungi lokasi persiapan pesta panen di dusun Birue, desa Siawung kecamatan Barru, kami bertemu dengan ibu-ibu rumah tangga yang tengah sibuk mempersiapkan Gogos. Dengan cekatan, mereka menyiapkan ketan, melapisinya dengan daun pisang, lalu membakarnya dengan penuh kehati-hatian.

Menurut Kepala Dusun Birue, Bakri, Gogos menjadi makanan utama dalam pelaksanaan pesta pane, sehingga seluruh rumah yang ada di Desa Siawung serentak membakar gogos sehari sebelum perayaan Paenge Majimpo-jimpo.

"Gogos adalah simbol rasa syukur. Kami membuatnya setiap kali panen raya sebagai tanda terima kasih atas berkah yang diberikan Allah SWT. Selain itu, ini juga menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga. Setiap keluarga biasanya bergotong-royong untuk membuat Gogos bersama," ujarnya dengan penuh semangat.

Pesta panen Paenge Majimpo-Jimpo sendiri memiliki makna mendalam pada budaya Bugis. Kebersamaan dan gotong royong serta kegembiraan dalam mengolah hasil panen. Menurut Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, acara ini bukan hanya sekadar perayaan hasil pertanian, tetapi juga sebagai wujud pelestarian budaya lokal.

"Pesta panen ini sudah menjadi tradisi yang mengikat kami sebagai masyarakat Bugis. Apalagi sudah mendapatkan pengakuan secara nasional sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia," ungkapnya.

Selain Gogos, sejumlah hidangan khas Bugis lainnya juga disajikan, seperti buras, ayam goreng, ikan bakar. Semua makanan tersebut menjadi sajian utama dalam pesta, yang biasanya dihadiri oleh seluruh warga desa dan tamu undangan dari luar daerah.

Dengan adanya acara seperti Paenge Majimpo-Jimpo, masyarakat Barru semakin menjaga dan melestarikan kuliner tradisional mereka, menjadikan Gogos sebagai salah satu hidangan yang tidak hanya nikmat tetapi juga sarat makna budaya. Makanan ini bukan hanya sekadar hidangan, tetapi juga simbol dari kebersamaan dan rasa syukur yang mendalam, yang telah lama menjadi bagian integral dari identitas kuliner masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....