Tiga Jurusan Kuliah Paling Terancam Teknologi AI
- 28 Apr 2026 07:47 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Gelombang kecerdasan buatan atau AI diprediksi akan mengubah wajah dunia kerja secara besar-besaran dalam waktu yang sangat dekat. Laporan terbaru mengungkapkan adanya tiga jurusan kuliah yang paling berisiko kehilangan relevansi karena peran manusianya mulai digantikan teknologi otomatisasi.
Melansir laporan dari laman Forbes, transformasi digital ini diperkirakan akan menghilangkan sekitar 92 juta pekerjaan konvensional di seluruh dunia. Namun, di saat yang sama, ekonomi berbasis AI juga diproyeksikan membuka jutaan peluang kerja baru yang menuntut keterampilan teknologi tinggi.
Jurusan akuntansi berada di posisi paling rentan karena pekerjaan administratif dan penghitungan dasar kini mampu dilakukan oleh perangkat lunak canggih. Mahasiswa di bidang keuangan sangat disarankan untuk memperluas kompetensi mereka pada aspek analisis strategis yang tidak mudah diotomatisasi oleh mesin.
Bidang komunikasi, periklanan, dan pemasaran juga menghadapi tantangan besar akibat penggunaan AI dalam pembuatan konten serta strategi kampanye. Universitas perlu menyesuaikan kurikulum agar mahasiswa tetap memiliki nilai tambah melalui kreativitas manusia yang dipadukan dengan kemahiran mengoperasikan alat kecerdasan buatan.
Selain itu, jurusan desain grafis disebut semakin tergerus dengan kehadiran berbagai platform desain instan yang memudahkan pembuatan materi promosi. Agar tetap relevan, program studi desain kini disarankan lebih menekankan pada aspek psikologi visual dibandingkan sekadar kemampuan teknis menggambar secara manual.
Pihak universitas dituntut berada di garis depan dalam mengintegrasikan modul teknologi ke dalam berbagai disiplin ilmu guna mempersiapkan tenaga kerja masa depan. Keadilan dalam penerapan pendidikan AI menjadi kunci utama agar lulusan perguruan tinggi siap berinteraksi dengan teknologi sejak hari pertama bekerja.
Tanggung jawab untuk beradaptasi dengan era digital ini tidak hanya berada di tangan akademisi, tetapi juga perusahaan dan pekerja. Masyarakat didorong untuk terus mengasah keterampilan baru melalui platform belajar daring guna menghadapi perubahan pasar kerja yang semakin kompetitif dan dinamis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....