Pentingnya Memahami Gentle Parenting yang Sesungguhnya
- 27 Apr 2026 14:04 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID Makassar - Pola asuh gentle parenting kini semakin populer di kalangan orang tua modern. Namun, tidak jarang metode ini disalahartikan sebagai gaya pengasuhan yang permisif atau dianggap "terlalu lembek". Artikel dari Momsdaily mencoba meluruskan berbagai salah kaprah yang sering terjadi di masyarakat mengenai gentle parenting.
Berikut adalah beberapa poin penting yang dirangkum dari Momsdaily terkait kesalahpahaman tersebut:
- Disiplin Tetap Menjadi Prioritas: Banyak yang mengira gentle parenting berarti membiarkan anak tanpa aturan. Faktanya, disiplin tetap diterapkan, namun bukan melalui hukuman fisik, melainkan melalui diskusi, penjelasan risiko, dan pemberian apresiasi yang tulus.
- Bukan Berarti "Ya" untuk Segala Hal: Gentle parents tetap perlu menetapkan batasan atau "pagar" yang jelas. Orang tua tetap bisa mengatakan "tidak" dengan tegas, namun tetap menyertakan empati dan alasan logis agar anak memahami batasan perilaku mereka.
- Mendukung Kemandirian dan Resiliensi: Berlawanan dengan anggapan bahwa metode ini membuat anak manja atau tidak tangguh, gentle parenting justru membangun attachment (ikatan) yang sehat. Hal ini menjadi fondasi bagi anak untuk merasa aman, percaya diri, dan mampu meregulasi emosinya, yang nantinya akan membentuk pribadi yang mandiri dan tangguh.
- Ruang untuk Emosi, Bukan Toxic Positivity: Artikel Momsdaily menegaskan bahwa gentle parenting tidak mengharuskan orang tua untuk selalu tampil sempurna atau selalu positif. Sebaliknya, metode ini mendorong orang tua untuk memiliki welas asih pada diri sendiri, berani mengakui kesalahan, dan memberikan ruang bagi anak untuk mengekspresikan emosi, termasuk menangis, secara sehat.
- Memutus Rantai Trauma: Pola asuh ini juga menekankan pentingnya orang tua untuk memahami trigger dan trauma masa lalu mereka sendiri. Tujuannya adalah agar luka tersebut tidak diturunkan kepada anak, sehingga orang tua dapat memutus rantai pola asuh yang kurang sehat di generasi sebelumnya.
Sebagai kesimpulan, gentle parenting adalah proses belajar bersama antara orang tua dan anak. Fokus utamanya bukan pada menuntut kesempurnaan, melainkan pada pemenuhan kebutuhan emosional anak agar mereka tumbuh menjadi individu dengan kesehatan mental yang terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....