Konsep Keberkahan Harta yang di Hasilkan Manusia
- 08 Apr 2026 19:27 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Konsep keberkahan bukan sekedar banyaknya harta, tetapi kebaikan yang menetap, yang berkembang, yang membawa ketenangan, banyak para ulama menjelaskan keberkahan itu adalah tetapnya kebaikan Ilahi dalam sesuatu. Hal ini di ungkapkan Dr. H. Ayyub Subandi, LC., M.Ag (Ikatan DAI Muda Indonesia) dalam Obrolan Apresiasi Budaya Lokal Pro4 RRI Makassar pada hari Selasa, 7 Maret 2026.
DR. Ayyub mengatakan harta yang di berkahi yang pertama adalah halal cara mendapatkannya, kedua baik dampaknya, dan yang ketiga menenangkan jiwa pemiliknya, judi online di anggap memutus keberkahan karena di bangun diatas kerugian orang lain, judi bukan transaksi yang produktif tapi bagaimana pelaku judi untung karena lawan judinya rugi. “Hal tersebut bertentangan dalam prinsip syariat Islam dimana muamalah itu mengajarkan kita saling menguntungkan satu dengan yang lainnya bukan saling menjatuhkan atau merugikan dengan kata lain jangan kalian memakan harta diantara kalian dengan cara yang batil”, ucap DR. Ayyub.
DR. Ayyub menambahkan dalam islam Ikhtiar usaha yang jelas sebabnya, halal caranya, rasional hasilnya dan diiringi dengan tawakkal kepada Allah SWT, seorang muslim harus berusaha melalui jalan yang di benarkan oleh syariat Islam. Perbedaan mendasar antara ikhtiar dan judi, ikhtiar adalah kejujuran ada usaha yang nyata contoh bekerja, berbisnis, belajar dan ada nilai manfaatnya yang jelas, contohnya berdagang ada untungnya karena ada transaksi jual dan beli.
Lebih lanjut DR. Ayyub menjelaskan spekulasi dari judi adalah ikhtiar yang palsu karena tidak ada usaha produktif dalam kegiatan tersebut, tidak ada saling menguntungkan justru sebaliknya mengambil kerugian dari orang lain dan dibungkus seolah olah adalah usaha padahal kegiatan judi tersebut hanyalah ilusi semata. “Judi merupakan kegiatan yang memainkan psikologi seseorang, memberi harapan palsu untuk cepat kaya, membuat seseorang hampir menang padahal sistemnya didesain agar supaya kebanyakan kalah dan akhirnya pelaku judi tersebut menggantungkan dirinya terhadap judi padahal permainan judi ini sudah didesain agar pelaku judi akhirnya akan kalah”, terang DR. Ayyub.
DR. Ayyub menambahkan Nabi Muhammad SAW melarang transaksi yang mengandung ketidakpastian dan judi merupakan salah satu permainan yang mengadung unsur ketidakpastian yang tinggi sedangkan ikhtiar adalah salah satu cara mendekatkan diri kita kepada hasil yang baik sesuai dengan ajaran agama Islam, tutup DR. Ayyub.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....