Judi Online Jadi Ancaman Serius bagi Ketahanan Keluarga

  • 31 Mar 2026 08:07 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Fenomena judi online yang kian marak di tengah masyarakat kini menjadi ancaman serius bagi ketahanan keluarga. Hal ini diungkapkan Staf Ahli Bidang Teknologi & Informasi Koopsud III, Kol. Sus. Drs. H. Husban Abady saat dialog bersama RRI Pro 4 Makassar Minggu, 29 Maret 2026.

Kol. Sus. Drs. H. Husban Abady menyoroti kemudahan akses digital sehingga orang tidak lagi merasa malu berbuat judi meski di hadapan keluarga. "Ada kemudahan akses dari sifat digital ini, orang bisa membuka situs judi lewat HP tanpa disaksikan orang lain, seolah-olah hanya main game atau media sosial padahal sedang berjudi," ujar Husban Abady dalam sebuah dialog bersama RRI.

Husban menjelaskan bahwa kewaspadaan keluarga sangat diperlukan agar tidak terkecoh oleh alasan yang tampak wajar seperti kegiatan belajar daring. "Kerahasiaan semu ini berbahaya karena di hadapan keluarga pun mereka bisa bersembunyi di balik layar, sehingga nilai-nilai kejujuran dalam rumah tangga mulai terkikis," tuturnya.

Sekretaris Bidang Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Sulsel ini menyebutkan, selain faktor teknis sisi psikologis, adiksi atau kecanduan menjadi motor penggerak utama seseorang sulit berhenti. Menurut Husban, Individu yang telah kecanduan memiliki dorongan tinggi untuk terus bermain, terlebih setelah diberi kemenangan pancingan yang membuat penjudi terperangkap dalam siklus berharap menang setelah mengalami kerugian.

"Literasi digital sangat penting agar masyarakat tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan cepat tanpa memahami bahwa sistem judi itu dirancang untuk membuat pemainnya kalah secara sistematis," jelas staf ahli teknologi Koopsud III ini.

Perwira tinggi matra angkatan udara asal Sulsel ini menekankan pentingnya membangkitkan kembali nilai Siri sebagai benteng moral melawan judi online. Pasalnta, nilai Siri mencakup harga diri dan kehormatan seseorang malu melakukan keburukan. "Kita harus melakukan refleksi diri apakah tindakan berjudi ini meningkatkan kehormatan kita atau justru menjatuhkan martabat dan harga diri keluarga yang menjadi inti dari nilai Siri itu sendiri," tegasnya.

Diakhir dialog, Husban mengingatkan dampak akhir dari judi online selalu berujung pada penderitaan fisik dan finansial, bahkan setelah masa produktif berakhir. Ia mencatat banyak kasus seseorang dengan jabatan tinggi harus pensiun dengan beban utang yang menumpuk akibat candu digital atau bermain judi online.

"Camkan bahwa tidak ada pemain judi online yang akan untung di akhir hidupnya, melainkan yang kaya adalah bandarnya, sementara pemainnya akan hidup susah dan menjadi beban bagi keluarga mereka sendiri," tutup Husban Abady.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....