BPS Gereja Toraja: Lestarikan Tedong Silaga, Berantas Judi
- 18 Mar 2026 20:18 WIB
- Makassar
Poin Utama
- Toraja
- Tedong silaga ya
RRI.CO.ID, Torut: Warga masyarakat Toraja dari komunitas Pecinta Tedong Silaga KPTS menggelar aksi unjuk rasa dikantor Badan Pekerja Sinode BPS Gereja Toraja di Rantepao Toraja Utara rabu siang 18 Maret 2026. Aksi demo tersebut buntut dari surat BPS Gereja Toraja kepada Kapolri untuk melarang kontes kerbau Petarung di Toraja.
Merespon aksi warga tersebut, Ketua BPS Pdf Alfred Anggui turun langsung menemui dan menerima perwakilan massa dikantor BPS. Usai pertemuan Pdt Alfred bersama perwakilan massa dan aparat keamanan menyampaikan hasil kesepakatan.
"Kami sudah bicara dengan sangat baik di atas. Beberapa kali tensi sedikit naik, ya wajar saja. Tapi semua berjalan sangat bagus. Kita bangun kesepahaman, kesepahaman, kesepahaman. Satu hal yang kita sepakati, kita perlu bercakap-cakap lebih jauh. Kita perlu bercakap lebih jauh, dan titik temu itu kita lihat." Ujar Pdt Alfred dilansir dari inforkom BPS Gereja Toraja
"Kami mengakui dan kita sepakat, adat Toraja harus diselamatkan dan dijaga. Itu kesepakatan kita. Jangan ragukan komitmen Gereja Toraja soal itu." Lanjutnya.
Pendeta Alfred menjelaskan adu kerbau atau tedong silaga merupakan warisan budaya yang harus dijaga dan lestarikan bersama. Hanya saja ia menyoroti dampak sosial atau sisi negatif yang berkembang dan harus diatasi.
"Kita sepakat untuk itu, Tedong Silaga itu sebuah hal yang baik yang perlu kita terus lestarikan. Tapi banyak masalah-masalah sosial yang terjadi di dalam kandang-kandang kerbau yang membuat anak-anak tinggal di sana berminggu-minggu, berbulan-bulan, Anak-anak tidak sekolah seminggu, dua minggu. Bukan masalah adat, bukan adat kita di sini. Itu yang kita mau hilangkan, seluruh dampak-dampak negatif yang bisa merusak generasi masa depan." tegas pendeta Alfred.
BPS Gereja Toraja masih belum mengeluarkan keputusan final terkait polemik kontes kerbau petarung. Pembicaraan lebih lanjut masih akan digelar melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat dan pemerintah daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....