Tari Pa'gellu Simbol Ungkapan Rasa Syukur Masyarakat Toraja

  • 17 Mar 2026 14:35 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar : Tari Pa’gellu adalah tari sukacita yang biasa dipentaskan pada upacara adat di Toraja, Sulawesi Selatan. Tarian ini memiliki sifat yang riang gembira. Nama Pa’gellu atau ma’gellu dalam bahasa setempat berarti menari-nari dengan riang gembira dengan tangan dan badan bergoyang dengan gemulai, meliuk-liuk lenggak-lenggok.

Secara filosofis, Tari Pa’gellu merupakan simbol ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas berkah dan kebahagiaan yang diterima oleh manusia. Setiap gerakan dalam tarian ini tidak hanya sekadar estetika visual, tetapi juga mengandung makna mendalam mengenai hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta. Melalui kelenturan tubuh para penarinya, masyarakat Toraja mengekspresikan harapan akan keberlanjutan hidup yang harmonis dan penuh dengan kedamaian.

Dikutip dari laman Wikipedia Indonesia Tari pa’gellu biasanya dimeriahkan pada saat dan upacara rambu tuka (upacara kegembiraan), penyambutan tamu, pesta pernikahan, dan ma’bua (upacara peresmian rumah Tongkonan). Pada pementasan tari pa’gellu ini umumnya dibawakan oleh sejumlah remaja putri dalam jumlah ganjil, mengenakan busana adat khas Toraja yang sangat ikonik.

Penari mengenakan Kandaure, yaitu hiasan manik-manik yang melingkar di dada dan punggung, serta perhiasan emas dan perak yang disebut Sa'pi'. ada satu hal yang menarik yaitu kegiatan ma’toding (kewajiban memberikan sejumlah uang kepada para penari dengan disisipkan di sa’pi’ atau hiasan kepala mereka). Warna-warni cerah pada pakaian mereka, seperti merah, kuning, dan putih, melambangkan keberanian, kemurnian, dan kemuliaan yang menjadi nilai-nilai luhur dalam tatanan sosial masyarakat setempat.

Seiring berjalannya waktu, Tari Pa’gellu telah mengalami adaptasi fungsi tanpa kehilangan esensi budayanya. Jika dahulu terbatas pada ritual adat, kini tarian ini sering dipentaskan di panggung-panggung festival seni nasional maupun internasional sebagai sarana promosi pariwisata. Transformasi ini membuktikan bahwa budaya Toraja memiliki daya tarik universal yang mampu diapresiasi oleh berbagai kalangan, sekaligus menjadi kebanggaan bagi identitas lokal masyarakat Sulawesi Selatan.

Menjaga kelestarian Tari Pa’gellu adalah tanggung jawab kolektif generasi muda Toraja di tengah gempuran modernisasi. Melalui pengajaran di sekolah-sekolah dan komunitas seni, nilai-nilai yang terkandung dalam tarian ini diharapkan tetap hidup dan tidak luntur. Tari Pa’gellu akan terus menjadi warisan yang hidup, mengingatkan setiap orang bahwa kebahagiaan sejati bermuara pada rasa syukur yang dirayakan bersama-sama dalam harmoni budaya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....