Filosofi 'Appakarammula Tanam' saat Menanam Padi

  • 14 Feb 2026 18:35 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Tradisi Appakarammula Tanam merupakan warisan agraris yang mendalam bagi masyarakat Bugis-Makassar, khususnya di Sulawesi Selatan. Ritual ini bukan sekadar aktivitas bercocok tanam biasa, melainkan sebuah simbol penghormatan terhadap alam dan sang Pencipta. Secara etimologis, "Appakarammula" berarti memulai atau mengawali, sehingga tradisi ini menandai titik awal siklus kehidupan baru di persawahan yang diharapkan membawa berkah dan hasil yang melimpah.

Menurut Akbar. G,S.Ip (Pemerhati Budaya) dalam Program Suara Budaya Nusantara, kepada rri mengatakan, Appakarammula Tanam yang artinya memulai menanam padi, merupakan wujud kearifan lokal Masyarakat Bugis-Makassar menghormati alam yang kaya akan sifat gotong royong, permohonan berkah kepada Tuhan Yang Maha Esa agar hasil panen kita melimpah dan terjauh dari hama.

“Dalam proses Appakarammula Tanam (memulai menanam padi ) diadakan tudang sipulung atau duduk bersama untuk membicarakan kapan waktu yang tepat untuk bersama-sama menanam padi dan jenis benih apa yang cocok di tanam tahun ini karena di daerah Manipi Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan terdapat dua jenis padi yaitu padi yang di tanam khusus musim kemarau dan padi khusus yang di tanam saat musim hujan serta persoalan pengairan atau irigasinya untuk mengairi persawahan, "terang Akbar, Jumat, 13 Februari 2026.

Akbar menambahkan setelah tudang sipulung dilaksanakan dan mendapatkan kesepakatan tentang waktu atau hari baik menanam dan benih yang akan di tanam serta sudah memperbaiki irigasi, hal selanjutnya yang dilakukan adalah mereka melakukan ritual adat yang di sebut Appalili (bahasa Makassar) atau Mappalili (bahasa Bugis).

lebih lanjut Akbar mengatakan dalam ritual Appalili (bahasa Makassar) atau Mappalili (bahasa Bugis) yang menariknya adalah masyarakat yang datang membantu saat akan menanam padi tidak di perkenankan untuk menanam lebih dahulu sebelum yang punya hajatan atau yang punya sawah menanam atau menancapkan padi tersebut lebih dahulu ke tanah (sawah).

“Dalam tradisi Appalili (bahasa Makassar) atau Mappalili (bahasa Bugis) mereka melakukan ritul adat sesuai dengan tuntunan agama Islam dengan membaca Surat Al-Fatihah, shalawat dan memohon kepada Allah SWT agar padi yang di tanam tumbuh subur dan hasil yang di melimpah agar bisa menghidupi keluarganya.

Terakhir, Appakarammula Tanam bertujuan untuk mengukuhkan identitas budaya masyarakat setempat di tengah arus modernisasi. Dengan tetap menjalankan tradisi ini, generasi penerus dapat mengenal akar budaya mereka dan menghargai profesi petani sebagai pilar ketahanan pangan. Ritual ini menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi pertanian tidak boleh melunturkan nilai-nilai luhur yang menjadi jati diri bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....