Komunitas Nurul Jihad Gaungkan Gerakan Pemuda Bertani

  • 14 Feb 2026 12:31 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Gerakan pulang kampung di inisiasi oleh Akbar dan Komunitasnya yang bernama Nurul Jihad untuk pulang ke kampungnya membangun desa dengan cara bertani (menanam padi) yang berada di Desa Manipi Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Hal ini di ungkapkan Akbar G,S.Ip - Pemerhati Budaya dalam Obrolan Suara Budaya Nusantara di Pro 4 RRI Makassar edisi Rabu (11/2/2026).

Akbar menjelaskan banyak dari rekan sejawatnya saat kuliah lebih memilih untuk hidup di kota dan melupakan kampung halamannya, mereka berfikir apa yang akan didapat dan dilakukan saat berada di kampung, sementara jika hari ini berbicara tentang persoalan hidup atau bahkan kebutuhan perut, semuanya kembali ke masalah uang, bisa di katakan di kampung dalam sehari kita tidak bisa mendapatkan uang.

“inilah yang mendasari bahwa ketika rekannya memilih hidup di kota mereka melupakan salah satu manfaatnya manusia di hadirkan di dunia ini adalah untuk bermafaat bagi orang lain, dengan pengetahuan yang dimiliki ia mengajarkan kepada masyarakat betapa pentingnya pulang kampung dan mendedikasikan ilmu yang di dapat saaat di bangku kuliah agar bermanfaat bagi masyarakat yang ada di kampungnya”, ucap Akbar.

Menurut Akbar seorang pemuda hari ini harus belajar kepada masyarakat yang ada di kampung baik itu pengetahuan tentang kearifan lokal, pertanian, peternakan atua bahkan budaya, karena hari ini tidak di pungkiri bahwa banyak hal-hal yang sensitif seperti masuknya kebudayaan barat dan akhirnya kita lupa akan budaya sendiri.

“Contohnya adalah budaya gotong royong, jika di kutip pesan Ir. Soekarno bahwa gotong royong merupakan identitas asli dari bangsa Indonesia, Bangsa Indonesia hari ini merdeka karena adanya sifat gotong royong yang di lakukan saat melawan penjajah Belanda, dari menanam kita melihat budaya gotong royong yang tercermin di Masyarakat Sulawesi Selatan”, terang Akbar.

Sebagai penutup, pulang kampung untuk menanam adalah sebuah gerakan revolusi sunyi yang sangat berharga bagi masa depan bangsa. Pemuda yang memilih tanah sebagai tempat berkarya sedang menanam benih kedaulatan yang akan dipanen oleh generasi mendatang. Mereka adalah pahlawan pangan masa kini yang membuktikan bahwa kejayaan sebuah bangsa justru dimulai dari akarnya, yakni tanah yang subur dan tangan-tangan muda yang ulet.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....