Kekeringan Hantam Lahan Pertanian Maros, Pompa Air Dikerahkan
- 29 Agt 2026 15:05 WIB
- Makassar
Video
RRI.CO.ID, Maros - Musim kemarau yang diperkuat fenomena El Nino mulai memberikan tekanan terhadap sektor pertanian di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Keterbatasan pasokan air membuat sejumlah lahan pertanian mengalami kekeringan dan berisiko mengalami penurunan produksi.
Kecamatan Tompobulu menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Maros, sedikitnya 925 hektare tanaman padi terdampak kekeringan. Dari luasan tersebut, sekitar 9 hektare mengalami gagal panen.
Dampak kekeringan juga terjadi pada tanaman jagung. Di Tompobulu, tercatat sekitar 924 hektare tanaman jagung terdampak, dengan 425 hektare di antaranya mengalami gagal panen.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DPKP Maros, Leni Krishnawati, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena ketersediaan air merupakan salah satu faktor utama dalam mempertahankan produktivitas tanaman selama musim kemarau.
":Selain Tompobulu, wilayah Maros Baru juga mengalami dampak kekeringan. Sekitar 110 hektare lahan pertanian terdampak, dengan 35 hektare di antaranya dilaporkan mengalami gagal panen. Sementara itu, sejumlah wilayah seperti Lau, Turikale, dan Marusu relatif lebih aman dari dampak kekeringan. Kondisi tersebut tidak terlepas dari dukungan jaringan irigasi yang masih mampu menyediakan pasokan air bagi lahan pertanian" jelasnya Jumat 28 Agustus 2026
Untuk mengurangi dampak kekeringan, pemerintah Kabupaten Maros melalui DPKP mulai memperkuat langkah penyelamatan tanaman dengan menyalurkan bantuan pompa air kepada petani. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DPKP Maros, Syamsul Bahri, mengatakan sebanyak 20 unit pompa telah disalurkan untuk membantu pengairan lahan pertanian yang terdampak.
Bantuan tersebut diberikan kepada kelompok tani yang memiliki sumber air dan lahan pertanian yang membutuhkan pasokan air.
Penggunaan pompa juga mendapat pengawasan pemerintah. Langkah ini dilakukan agar bantuan benar-benar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pengairan dan menyelamatkan tanaman yang masih memiliki potensi untuk dipanen. Pemerintah tidak hanya berupaya mengatasi persoalan kekeringan dalam jangka pendek, tetapi juga mendorong petani beradaptasi dengan perubahan kondisi iklim melalui penerapan teknologi dan sistem pertanian yang lebih modern.
Di tengah ancaman kekeringan dan gagal panen di sejumlah wilayah, pemerintah tetap optimistis produksi pertanian Maros dapat dipertahankan. Produksi pertanian Maros ditargetkan mampu menyamai capaian tahun 2025 yang berada di kisaran 309 ribu 668 ton. Target tersebut menjadi tantangan tersendiri karena pemerintah harus menjaga produktivitas lahan yang terdampak kekeringan, sekaligus memastikan tanaman di wilayah yang masih memiliki ketersediaan air dapat berproduksi secara optimal.
Selain penyediaan pompa, pemerintah juga mendorong petani menerapkan sistem pertanian modern PMAAS. Sistem tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus mendongkrak produktivitas tanaman padi. Melalui penerapan sistem pertanian modern tersebut, produktivitas padi ditargetkan dapat mencapai hingga 10 ton per hektare.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan daerah di tengah tantangan perubahan iklim. Dengan dukungan irigasi, bantuan sarana pengairan, serta penerapan teknologi pertanian, pemerintah berharap dampak kemarau dan El Nino terhadap produksi pangan Maros dapat ditekan.
Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sumber daya air dan kesiapan petani menghadapi perubahan pola musim. Sebab, semakin panjang periode tanpa hujan, semakin besar pula kebutuhan intervensi untuk menjaga tanaman tetap tumbuh dan menghasilkan. Pemerintah Kabupaten Maros pun terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, kelompok tani, dan petani agar langkah penyelamatan lahan dapat dilakukan secara tepat sasaran, terutama pada wilayah yang paling terdampak kekeringan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....