Kemarau Panjang, Petani Sulsel Andalkan Pompanisasi Atasi Kekeringan

  • 23 Jul 2026 10:47 WIB
  •  Makassar
Video

RRI.CO.ID, Makassar - Fenomena El Nino mulai berdampak terhadap sektor pertanian di Sulawesi Selatan. Sejumlah saluran irigasi mulai mengalami penurunan debit air meski sebagian wilayah belum memasuki masa panen.

Pemerintah Kabupaten Pinrang terus melakukan langkah antisipasi untuk menjaga produktivitas lahan pertanian masyarakat. Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid mengatakan koordinasi antarinstansi terus dilakukan agar distribusi air irigasi berjalan lebih efektif.

Menurutnya, kondisi kemarau panjang menyebabkan debit air di Bendung Benteng mengalami penurunan. Untuk menyelamatkan lahan sawah yang terdampak, pemerintah mendorong pemanfaatan pompanisasi sebagai solusi pengairan.

“Pompanisasi menjadi solusi tepat untuk mengairi lahan sawah yang mulai mengalami kekeringan hingga melewati musim kemarau dengan baik,” ujar Andi Irwan Hamid.

Sementara itu, petani di Kabupaten Gowa juga melakukan langkah mandiri menghadapi musim kering. Petani di Kecamatan Bajeng Barat, Mustari Daeng Malik, mengatakan pihaknya menyiapkan sumur pada setiap petak sawah sebagai sumber air tambahan.

Ia menyebut kondisi pertanian di wilayahnya masih relatif aman dan aktivitas tanam tetap berjalan normal. Kendala kekeringan lebih banyak terjadi pada lahan sawah di dataran tinggi, namun masih dapat diatasi dengan berbagai upaya.

Mustari optimistis produktivitas pertanian tetap terjaga melalui pemanfaatan pompanisasi dan sumber air alternatif. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menekan risiko gagal panen sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....