Produksi Tebu Terancam, Petani Takalar Soroti Persoalan Lahan HGU
- 20 Jul 2026 05:15 WIB
- Makassar
Video
RRI.CO.ID, Takalar - Persoalan alih fungsi lahan Hak Guna Usaha atau HGU menjadi sorotan para petani tebu di Kabupaten Takalar. Mereka menilai semakin luasnya lahan HGU yang ditanami jagung dan padi oleh masyarakat dapat mengancam keberlangsungan industri gula di daerah tersebut.
Petani Tebu Rakyat Mandiri, Ibrahim Basir, mengatakan tanaman tebu rakyat masih menjadi penopang musim giling tahun ini. Namun, ia mengungkapkan ratusan hektare lahan HGU yang sebelumnya diproyeksikan untuk pengembangan tebu kini telah beralih fungsi menjadi lahan jagung dan padi.
Menurutnya, kondisi tersebut dipicu belum tuntasnya persoalan perpanjangan HGU yang memicu penyerobotan lahan. Ia meminta pemerintah pusat segera mengambil langkah penyelesaian agar produksi tebu tidak terus menurun.
Selain persoalan lahan, para petani juga berharap adanya keterbukaan mengenai nilai rendemen tebu dari pihak pabrik gula. Mereka menilai transparansi sangat penting agar petani mengetahui kualitas hasil panen yang mereka serahkan.
Saat ini harga gula di tingkat petani masih berada di kisaran Rp15 ribu per kilogram. Petani berharap harga tersebut dapat meningkat menjadi sekitar Rp17 ribu per kilogram guna menyesuaikan biaya produksi yang terus naik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....